Tips Memilih Benang dan Hakpen untuk Merajut
- 23 Jul 2026 21:07 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Minat masyarakat terhadap seni merajut atau crochet terus meningkat seiring berkembangnya tren produk handmade yang unik dan bernilai tinggi. Namun, bagi pemula, memahami jenis benang, ukuran hakpen, hingga teknik dasar menjadi langkah penting sebelum menghasilkan karya yang rapi dan berkualitas.
Hal ini disampaikan Owner Craft.ph, Putri Hidayah, yang membagikan sejumlah tips bagi pemula yang ingin memulai hobi merajut. Menurutnya, keberhasilan dalam merajut tidak hanya ditentukan oleh keterampilan, tetapi juga pemilihan alat, bahan, serta kemauan untuk terus belajar.
"Untuk menjadi perajut itu kita harus punya kemauan dulu karena kalau kemauan kita tinggi, kita akan terus berlatih dan belajar. Selain itu, kita juga harus sabar karena setiap proses latihan akan membawa kita menghasilkan karya yang lebih baik," ujar Putri dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Kamis, 23 Juli 2026.
| Baca juga: Pelaku UMKM Pontianak Tetap Eksis tanpa Toko |
Dijelaskan, pemula perlu mengenal karakter berbagai jenis benang agar penggunaannya sesuai dengan produk yang akan dibuat. Ia menyebut benang polyester lebih cocok digunakan untuk tas dan produk yang membutuhkan kekuatan, sedangkan benang katun milk lebih lembut sehingga ideal untuk topi, pakaian, hingga perlengkapan bayi.
"Untuk tas biasanya menggunakan benang polyester karena lebih kokoh dan kuat. Sementara untuk topi, pakaian atau perlengkapan bayi lebih cocok memakai benang katun milk karena teksturnya lembut dan nyaman digunakan," jelas Putri.
Ia mengatakan, pemilihan hakpen juga harus disesuaikan dengan ukuran benang agar menghasilkan rajutan yang rapi dan nyaman dikerjakan. Menurutnya, perbedaan ukuran hakpen akan memengaruhi kerapatan rajutan sehingga seorang perajut perlu memahami pasangan ukuran benang dan jarum sebelum mulai berkarya.
"Ukuran hakpen harus disesuaikan dengan ukuran benang karena akan memengaruhi hasil rantai, kerapatan rajutan, dan kenyamanan saat merajut. Kalau salah memilih hakpen, hasil rajutan juga akan berbeda dari yang diharapkan," ungkapnya.
Kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi perajut yang baik karena dibutuhkan kesabaran, ketelitian, dan konsentrasi tinggi selama proses pengerjaan. Diakuinya, kesalahan satu tusukan atau satu pola saja dapat membuat rajutan harus dibongkar dan diulang dari awal sehingga ketekunan menjadi modal utama bagi setiap pemula.
Melalui pengalamannya, Putri mengajak agar masyarakat berani mencoba dunia crochet sebagai hobi maupun peluang usaha. Ia juga mengingatkan para pemula untuk tidak takut belajar dari kesalahan karena setiap perajin profesional pun memulai perjalanan dari tahap dasar dan terus berlatih hingga mahir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....