Tantangan Ekonomi Menguji Semangat Pelaku Usaha Kuliner Tradisional
- 19 Mei 2026 10:57 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Usaha kuliner tradisional serabi solo dan frozen food di Pontianak saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil. Persaingan usaha yang semakin ketat membuat pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dan mencari strategi baru agar usaha tetap bertahan serta diminati pelanggan.
“Dalam usaha kuliner pasti ada masa ramai dan sepi sehingga kami harus pintar membaca kondisi pasar agar produksi tetap seimbang dan usaha tetap berjalan, terlebih kondisi penjualan yang naik turun sangat memengaruhi perputaran modal setiap harinya,” ungkap Owner Serabi Solo dan Frozen Food Pontianak, Fera Herawati dalam Obrolan UMKM Bicara RRI Sanggau, Senin 18 Mei 2026.
Ia menyampaikan, selain menghadapi penjualan yang tidak menentu, pelaku usaha juga dihadapkan pada kenaikan harga bahan baku yang terus berubah. Harga tepung, telur, santan, minyak goreng, hingga bahan kemasan dinilai cukup berdampak terhadap biaya produksi dan keuntungan usaha.
“Kalau harga bahan baku naik, kami harus mencari solusi supaya kualitas produk tetap terjaga tanpa membuat harga jual terlalu mahal bagi pelanggan, menjaga kualitas rasa dan pelayanan menjadi hal penting agar pelanggan tetap loyal meskipun kondisi ekonomi sedang sulit," katanya.
Fera menjelaskan melemahnya kondisi ekonomi masyarakat juga memengaruhi daya beli konsumen dalam membeli makanan maupun frozen food. Banyak pelanggan kini lebih selektif berbelanja dan mengutamakan kebutuhan pokok sehingga pelaku usaha harus lebih kreatif dalam menarik minat pembeli.
“Untuk menghadapi situasi sekarang kami lebih aktif melakukan promosi di media sosial, memberikan variasi menu, dan menjaga kualitas produk agar pelanggan tetap percaya, pelayanan yang baik menjadi salah satu cara efektif agar usaha tetap bertahan di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat,” ungkapnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Fera mengaku tetap optimistis menjalankan usaha serabi solo dan frozen food yang telah dirintisnya tersebut. Ia berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat kembali membaik sehingga pelaku UMKM lokal bisa terus berkembang dan mempertahankan usahanya di tengah persaingan pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....