Bank Kalbar Edukasi Warga Perbatasan Waspadai Uang Palsu

  • 16 Mar 2026 21:55 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Bank Kalbar Cabang Balai Karangan terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan peredaran uang palsu. Edukasi tersebut dilakukan melalui sosialisasi langsung kepada nasabah dan masyarakat.

Kepala Seksi Pelayanan Nasabah Bank Kalbar Cabang Balai Karangan, Tulus Pranata mengatakan, pihaknya rutin memberikan pemahaman mengenai cara mengenali uang asli. Salahsatu cara yang disampaikan adalah melalui metode 3D yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia.

“Kalau dari kami Bank Kalbar Cabang Balai Karangan, kalau kita mengedukasi masyarakat terkait uang palsu dengan penerapan 3D yang diterapkan oleh Bank Indonesia yaitu dilihat, diraba ada logo watermark dan diterawang, hal itu yang selalu kami imbau ke masyarakat terkait dengan uang palsu,” kata Tulus, Senin 16 maret 2026.

Menurut Tulus, metode tersebut menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat saat menerima uang tunai. Dengan cara itu, masyarakat dapat membedakan ciri-ciri uang asli dan palsu secara langsung.

Ia menjelaskan, melalui metode tersebut masyarakat dapat melihat perbedaan warna serta tanda tertentu pada uang kertas. Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali keaslian uang.

“Jadi yang pertama yaitu terlihat jelas dari warnanya itu bisa kita bedakan mana yang asli dan mana yang palsu,” ujarnya.

Selain itu, Tulus juga mengingatkan masyarakat untuk selalu teliti saat menerima uang tunai dalam berbagai transaksi. Kewaspadaan dinilai penting untuk mencegah kerugian akibat peredaran uang palsu.

“Intinya masyarakat harus lebih hati-hati terkait dengan beredarnya uang palsu dan kita harus lebih teliti,” ucapnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga disarankan memanfaatkan transaksi digital sebagai alternatif untuk meminimalkan risiko menerima uang palsu. Dikatakan, masyarakat lebih disarankan untuk lebih mengoptimalkan transaksi digital guna menghindari uang kertas palsu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....