Penukaran Uang di Perbatasan Meningkat jelang Lebaran
- 16 Mar 2026 21:50 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Antusias masyarakat untuk melakukan penukaran uang menjelang Idulfitri di Bank Kalbar Cabang Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, tahun ini mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari jumlah warga yang datang menukarkan uang sejak awal bulan Ramadan.
Kasi Pelayanan Nasabah Bank Kalbar Cabang Balai Karangan, Tulus Pranata mengatakan, minat masyarakat untuk menukarkan uang tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut, peningkatan tersebut sudah terlihat sejak awal Ramadan.
“Kalau untuk tahun ini penukaran uang di Bank Kalbar Cabang Balai Karangan, antusiasme warga cukup tinggi dibandingkan dengan tahun lalu sejak awal bulan Ramadan. Cuma ketersediaan uang kecil tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, jadi untuk stok masuk tidak hanya di awal Ramadan, sekitar beberapa minggu terakhir uangnya masuk,” ujar Tulus, Senin 16 Maret 2026.
Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki pihak bank, jumlah warga yang melakukan penukaran uang tahun ini meningkat cukup signifikan. Hal ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil menjelang Hari Raya cukup besar.
“Penukaran uang dibandingkan tahun lalu berdasarkan data kami untuk tahun ini lebih tinggi antusiasme warga untuk melakukan penukaran uang,” katanya.
Ia menjelaskan, pecahan uang yang paling banyak ditukarkan masyarakat adalah pecahan Rp10.000 dan Rp20.000. Pecahan tersebut biasanya digunakan warga untuk kebutuhan berbagi kepada keluarga maupun anak-anak saat perayaan Idulfitri.
“Untuk tahun ini pecahan yang paling banyak ditukarkan yaitu pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 khusus untuk Bank Kalbar Cabang Balai Karangan,” jelasnya.
Tulus menambahkan, rata-rata warga yang melakukan penukaran uang kecil setiap hari berkisar antara 20 hingga 30 orang. Jumlah tersebut bisa meningkat ketika stok uang kecil di bank sedang tersedia dalam jumlah lebih banyak.
“Untuk rata-rata khusus penukaran uang kecil per hari itu sekitar 20 sampai 30 orang paling tinggi, dengan stok yang lagi banyak permintaan juga tinggi,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak bank tetap mengatur pembagian uang pecahan agar bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat yang datang menukarkan uang. Dengan pengaturan tersebut diharapkan seluruh warga yang membutuhkan tetap dapat memperoleh uang pecahan kecil.
“Kalau untuk persediaan tidak juga terlalu banyak, cuma cukuplah di bagi-bagi agar semua warga yang menukarkan uang dapat terbagi semua,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....