Tantangan Biaya Hidup Tinggi di Kabupaten Sanggau
- 01 Mei 2026 20:04 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kondisi ekonomi di Kabupaten Sanggau menghadirkan tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama terkait tingginya biaya hidup yang tidak sebanding dengan wilayah lain. Tantangan ini dipengaruhi oleh letak geografis serta jalur distribusi yang cukup jauh, sehingga mempengaruhi harga barang kebutuhan sehari-hari.
Abdul Rahim Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sanggau, mengungkapkan bahwa kondisi geografis dan sistem distribusi yang jauh sangat mempengaruhi penentuan upah minimum. Penyesuaian ini diperlukan agar pekerja dapat memenuhi kebutuhan pokok harian mereka.
"Perlu upaya ke depan bagaimana mengupayakan kesejahteraan itu, paling tidak mereka sudah memenuhi kebutuhan-kebutuhan sehari-hari di luar kebutuhan entertain," ungkap Abdul Rahim dalam dialog RRI Sanggau menyapa, Jumat 1 Mei 2026.
Saat ini, dijelaskannya, biaya hidup di Sanggau diperkirakan mencapai angka lebih dari empat juta rupiah. Ia menilai angka tersebut menjadi tantangan tersendiri karena penentuan upah saat ini masih mengikuti standar regulasi nasional.
"Dengan kondisi upah sekarang, memang itu jadi tantangan karena penentuan upah sudah ada rumusannya dari pusat sampai daerah, nah itu yang jadi kendala penyesuaian karena beda kondisi," ujarnya.
Menurutnya, perbedaan kondisi ekonomi antara wilayah Kalimantan, Jawa, dan Sumatera menyebabkan produksi barang saat ini masih berpusat di Pulau Jawa dan Sumatera. Hal ini menjadi pertimbangan agar pemerintah mengeluarkan regulasi baru terkait penyesuaian upah.
Pihak pengusaha kata Abdul, tetap berkomitmen untuk mematuhi kebijakan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Regulasi yang tepat diharapkan dapat menjaga iklim usaha yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pekerja di Kabupaten Sanggau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....