Promo Bayar Pakai Doa Ini Strategi Cerdas Menarik Pelanggan
- 26 Apr 2026 19:27 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Memulai bisnis laundry tidak sesederhana hanya soal mencuci, mengeringkan, dan menyetrika pakaian, melainkan juga menuntut kemampuan membaca pasar serta merancang strategi yang tepat untuk menarik perhatian pelanggan di tengah persaingan yang semakin padat dan dinamis. Di era ketika hampir setiap sudut kota memiliki layanan serupa, para pelaku usaha dituntut untuk lebih kreatif, adaptif, dan inovatif agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus berkembang dan memenangkan kepercayaan konsumen.
Owner Nadziif Laundry dan Setrikaan Pontianak, Asnawati, membagikan pengalamannya dalam merancang strategi promosi sejak awal merintis usaha yang ia bangun dari nol. Pendekatan yang tidak biasa bahkan terkesan unik justru menjadi kunci untuk menarik perhatian dan mendapatkan pelanggan pertama, salah satunya melalui konsep promo yang ia sebut sebagai “bayar pakai doa” sebagai daya tarik di masa awal usahanya.
"Saya berikan free sekian kilo dengan syarat mereka harus memasukkan minimal jumlah tertentu. Bahkan di awal kami pernah kasih gratis lima sampai enam kilo dengan minimal laundry di atas sepuluh kilo," ungkap Asna dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Jumat, 24 April 2026.
Asna menjelaskan bahwa strategi promosi tersebut sengaja dilakukan sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan di mata pelanggan. Ia menyadari bahwa fase permulaan dalam sebuah usaha menuntut keberanian untuk berinvestasi, baik dari sisi biaya maupun strategi, demi membuka jalan untuk mendapatkan pasar dan memperkenalkan kualitas layanan yang ditawarkan.
Disampaikannaya, promo besar-besaran tersebut tidak dirancang untuk berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Menurutnya, strategi itu hanya efektif diterapkan pada fase awal usaha sebagai magnet untuk menarik perhatian dan menjaring pelanggan baru, sebelum kemudian beralih pada pola bisnis yang lebih berkelanjutan dan stabil.
"Promosi seperti itu tidak boleh lama, paling sebulan saja. Kalau pelanggan sudah mulai banyak, harus segera dihentikan karena cukup menguras biaya operasional," jelasnya.
Selain strategi promosi, kata Asna, kekuatan relasi juga memegang peranan penting dalam proses membangun dan mengembangkan usaha. Pada tahap awal perintisan, sebagian besar pelanggan justru hadir dari jaringan orang-orang terdekat yang kemudian menjadi pintu masuk terbentuknya kepercayaan dan perluasan pasar secara perlahan.
"Di awal sekitar 70 persen pelanggan kami adalah orang terdekat. Bahkan ada yang masih setia sampai sekarang, itu yang harus dijaga," katanya.
Diakuinya, kesabaran menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika perjalanan usaha yang naik turun. Menurutnya, kondisi usaha yang tidak selalu ramai merupakan sesuatu yang wajar dan justru menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi pelaku bisnis untuk bertahan di tengah persaingan.
Asnawati berbagi tips agar pelaku usaha tidak mudah menyerah hanya karena kondisi sepi pada fase awal. Justru, konsistensi dalam menjaga kualitas layanan, ketelitian dalam pekerjaan, serta komitmen untuk tetap membuka layanan setiap hari menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan dan membangun loyalitas jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....