Cara Mengetahui Ciri Telur Vertil Dan Non Vertil
- 22 Jan 2026 09:12 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Kemampuan membedakan telur fertil dan nonfertil menjadi pengetahuan penting dalam usaha peternakan unggas, khususnya bagi peternak pembibitan. Kesalahan dalam mengenali kedua jenis telur tersebut dapat berdampak pada rendahnya daya tetas dan kerugian produksi.
Telur fertil adalah telur yang telah dibuahi oleh sel sperma pejantan, sehingga berpotensi menetas menjadi embrio. Sementara itu, telur nonfertil merupakan telur yang tidak mengalami pembuahan dan tidak dapat berkembang meskipun dierami dalam mesin tetas.
Pembuahan telur terjadi ketika induk betina kawin dengan pejantan yang subur. Faktor seperti rasio jantan dan betina, umur induk, serta kesehatan ternak sangat memengaruhi tingkat fertilitas telur.
Petugas teknis peternakan menjelaskan bahwa telur yang berasal dari kandang tanpa pejantan dipastikan termasuk telur nonfertil. Sebaliknya, keberadaan pejantan yang aktif dan sehat meningkatkan peluang telur menjadi fertil.
Untuk ciri telur fertil, secara kasat mata, memang sulit dibedakan sebelum melalui proses penetasan. Namun, ciri dapat dikenali melalui metode peneropongan (candling) setelah telur dierami selama 5–7 hari.
Pada telur fertil, akan terlihat titik embrio berwarna gelap,Serabut pembuluh darah yang menyebar,Perkembangan embrio yang semakin jelas seiring waktu. Ciri tersebut menandakan embrio hidup dan berkembang normal di dalam telur.
Sedangkan untuk ciri telur nonfertil cenderung tidak menunjukkan tanda perkembangan embrio saat diteropong, bagian dalam telur tampak bening, tanpa pembuluh darah maupun titik embrio. Telur jenis ini tidak akan menetas dan sebaiknya segera dipisahkan untuk mencegah pembusukan yang dapat mencemari telur lain di dalam mesin tetas.
Tingginya persentase telur fertil sangat menentukan keberhasilan usaha pembibitan, dan telur nonfertil yang dibiarkan terlalu lama di mesin tetas berisiko pecah dan menimbulkan bau, serta meningkatkan potensi kontaminasi bakteri. Oleh karena itu, pemeriksaan telur secara rutin melalui candling menjadi prosedur standar dalam penetasan unggas.
Para ahli menekankan bahwa kualitas telur sangat bergantung pada manajemen pemeliharaan induk dan pejantan, pemberian pakan bernutrisi, pengaturan rasio kawin, serta pemantauan kesehatan ternak menjadi faktor utama dalam meningkatkan tingkat fertilitas telur. Dengan pemahaman yang baik mengenai ciri telur fertil dan nonfertil, peternak diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan hasil penetasan secara optimal.