Membangun Empati Anak lewat Interaksi Sederhana di Sekolah Sehari-hari

  • 22 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong– Membangun sikap empati pada anak sejak usia dini dapat dilakukan melalui berbagai interaksi sederhana di lingkungan sekolah. Kebiasaan seperti saling menyapa, berbagi dengan teman, bekerja sama saat bermain, hingga membantu teman yang mengalami kesulitan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak agar tumbuh peduli, menghargai, dan mampu memahami perasaan orang lain.

Guru Raudatul Athfal Muslimin Sanggau, Nurfaizah, mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai empati melalui aktivitas sehari-hari. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten agar menjadi karakter yang melekat pada diri anak.

"Empati tidak selalu diajarkan melalui teori, tetapi melalui pengalaman nyata dalam keseharian di sekolah. Ketika anak dibiasakan saling membantu, berbagi, dan menghargai teman, mereka belajar memahami perasaan orang lain secara alami," ungkap Nurfaizah dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Rabu 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan guru berperan sebagai teladan dalam setiap interaksi dengan peserta didik. Sikap ramah, menghargai pendapat anak, serta memberikan contoh penyelesaian masalah secara baik akan menjadi pembelajaran langsung yang mudah ditiru oleh anak dalam kehidupan sehari-hari.

"Interaksi sederhana seperti mengucapkan terima kasih, meminta maaf, menyapa teman, atau menghibur teman yang sedang sedih merupakan langkah kecil yang memiliki dampak besar dalam membangun rasa empati. Kebiasaan tersebut perlu dilakukan secara terus-menerus agar menjadi bagian dari karakter anak," katanya.

Tambahnya, keterlibatan orang tua juga sangat diperlukan agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dapat diterapkan di lingkungan keluarga. Sinergi antara guru dan orang tua dinilai mampu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional anak secara optimal.

Nurfaizah berharap pembentukan karakter empati dapat menjadi perhatian bersama di lingkungan pendidikan maupun keluarga. Dengan membiasakan interaksi positif sejak usia dini, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang peduli, mampu bekerja sama, serta memiliki rasa hormat dan kepedulian terhadap sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....