Kampus Bentuk Mahasiswa Peduli Lingkungan

  • 20 Jul 2026 08:04 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Pembentukan karakter peduli lingkungan sejak di bangku kuliah menjadi investasi penting untuk menghadapi ancaman perubahan iklim dan kerusakan alam yang kian meningkat.

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STT Grace Internasional Sanggau, Marjono mengatakan kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun melalui pembiasaan sejak mahasiswa memasuki dunia perkuliahan. Menurutnya, karakter tersebut akan membentuk lulusan yang bertanggung jawab, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

"Karakter peduli lingkungan harus ditanamkan sejak mahasiswa memasuki dunia perkuliahan agar menjadi kebiasaan yang terus berkembang hingga mereka terjun ke masyarakat," kata Marjono dalam program Green Radio RRI Sanggau, Minggu 19 Juli 2026.

Ia menjelaskan, kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter. Karena itu, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan perlu diintegrasikan melalui proses pembelajaran, organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai kegiatan sosial.

Menurut Marjono, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai pelopor perubahan perilaku ramah lingkungan. Kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, hingga mengikuti kegiatan penghijauan, merupakan langkah nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.

"Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga harus menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di mana pun mereka berada," ujarnya.

Ia menambahkan, budaya kampus yang bersih, hijau, dan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila seluruh sivitas akademika memiliki komitmen yang sama. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang peduli terhadap lingkungan.

"Karakter peduli lingkungan yang kuat akan melahirkan lulusan yang memiliki wawasan keberlanjutan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan," katanya.

Marjono berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial di lingkungan kampus, tetapi menjadi bagian dari karakter setiap mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan budaya peduli lingkungan yang terus dibangun, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan sekaligus berkontribusi menjaga kelestarian alam Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....