Efektivitas PKK dan Organisasi Perempuan Perkuat Pemberdayaan Wilayah Perbatas
- 06 Jul 2026 15:25 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Efektivitas Tim Penggerak PKK dan organisasi perempuan di wilayah perbatasan menjadi kunci pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta partisipasi perempuan dalam pembangunan. Sinergi pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat memperkuat upaya menghadapi tantangan sosial dan ekonomi di kawasan perbatasan.
Aktivis Perempuan Perbatasan Negara di Entikong Endang Rosmiati, mengatakan PKK dan organisasi perempuan memiliki peran strategis sebagai wadah edukasi, pendampingan, sekaligus penggerak pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan keluarga, perempuan, dan anak.
"Efektivitas PKK Perkuat Perempuan Membangun Wilayah Perbatasan Berkelanjutan Bersama," ujar Endang Rosmiati dalam Obrolan Pengarustamaan Gender RRI Sanggau, Senin 6 Juli 2026.
Ia menyampaikan, keberhasilan organisasi perempuan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Berbagai kegiatan seperti peningkatan keterampilan, pendidikan keluarga, kesehatan, hingga penguatan ekonomi dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan perbatasan.
"Kolaborasi organisasi perempuan menjadi kekuatan membangun keluarga yang mandiri, sejahtera, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan di wilayah perbatasan," katanya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi perempuan di wilayah perbatasan memerlukan kerja sama lintas sektor agar program pemberdayaan berjalan efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dukungan pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas manfaat berbagai program pemberdayaan perempuan.
Endang berharap efektivitas PKK dan organisasi perempuan terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas SDM, pendampingan program berkelanjutan, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, perempuan di wilayah perbatasan semakin berdaya, mandiri, dan berkontribusi aktif mewujudkan pembangunan inklusif serta berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....