Kritis Bermedia Sosial Cegah Hoaks Kesehatan Generasi Muda

  • 03 Jul 2026 14:53 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Remaja diajak lebih kritis dalam menyikapi derasnya arus informasi kesehatan yang beredar melalui gawai. Edukasi literasi digital dinilai penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi menyesatkan dalam kehidupan sehari-hari mereka di era digital modern.

Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong, Mikael Kurniawan, menjelaskan bahwa remaja menjadi penerima utama informasi kesehatan di ruang digital yang dapat diakses kapan saja melalui gawai. Ia mengatakan perlunya sikap kritis karena banyak informasi tidak valid, serta bagaimana (how) cara menyaringnya dengan verifikasi sumber sebelum dipercaya maupun dibagikan.

“Remaja harus mampu memilah informasi kesehatan di era digital yang serba cepat agar tidak mudah terjebak hoaks yang dapat merugikan kesehatan masyarakat,” ungkap Mikael Kurniawan dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Jumat 3 Juli 2026.

Menurutnya, kebiasaan mencari dan membagikan informasi kesehatan tanpa sumber jelas masih sering terjadi di kalangan remaja. Hal ini dapat berdampak pada munculnya kesalahpahaman terkait isu kesehatan, termasuk pengobatan mandiri yang tidak sesuai anjuran tenaga medis serta dapat membahayakan kondisi kesehatan masyarakat secara luas.

“Remaja perlu membangun kesadaran kritis terhadap informasi kesehatan yang mereka temui di gawai, karena tidak semua informasi di internet dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan literasi digital tidak hanya soal memahami teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dalam menilai kebenaran informasi kesehatan. Dengan begitu, remaja dapat menjadi agen penyebar informasi yang benar di lingkungan sekitarnya secara lebih bertanggung jawab.

Mikael menegaskan bahwa peran keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam membimbing remaja agar lebih bijak menggunakan media digital. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat pemahaman tentang risiko penyebaran informasi kesehatan yang tidak valid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....