Jaga Masa Depan Bumi, Rudi Hartono Dorong Penanaman Mangrove Berbasis Digital
- 22 Jun 2026 08:01 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Sebatang mangrove yang ditanam hari ini diyakini menjadi investasi penting bagi keberlanjutan bumi di masa depan. Semangat tersebut terus digaungkan penerima Kalpataru dan Local Hero Pariwisata Indonesia, Rudi Hartono, melalui gerakan pelestarian mangrove di Kalimantan Barat.
Menurut Rudi, penanaman mangrove merupakan langkah nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim. Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi serta menyerap emisi karbon dalam jumlah besar.
“Penanaman mangrove untuk masa depan bumi harus terus dilakukan karena manfaatnya sangat besar bagi lingkungan dan generasi mendatang,” kata Rudi Hartono dalam Obrolan Green Radio RRI Sanggau, Sabtu 20 Juni 2026.
Ia menjelaskan, gerakan pelestarian yang dikembangkannya tidak hanya berfokus pada penghijauan kawasan pesisir. Program tersebut juga mendorong keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama konservasi lingkungan.
Saat ini, kata Rudi, sedikitnya 65 kepala keluarga di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, terlibat dalam pusat pembibitan mangrove berbasis masyarakat. Keterlibatan warga menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Ia mengungkapkan melalui kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove, masyarakat memperoleh sumber pendapatan tambahan sekaligus berkontribusi menjaga ekosistem pesisir. Model ini dinilai mampu menciptakan manfaat ganda, baik dari sisi lingkungan maupun sosial ekonomi.
Rudi menegaskan, keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat. Karena itu, berbagai inovasi terus dikembangkan untuk memudahkan publik ikut terlibat dalam gerakan pelestarian mangrove.
Salah satu terobosan yang diperkenalkan adalah program “Satu Klik Sejuta Akar” melalui platform digital. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat berpartisipasi dalam penanaman mangrove tanpa harus datang langsung ke lokasi penanaman.
“Teknologi harus menjadi sarana untuk memperluas gerakan lingkungan. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula dampak yang bisa dihasilkan bagi kelestarian bumi,” ujarnya.
Rudi mengajak masyarakat Kalimantan Barat dan berbagai daerah lainnya untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut. Menurutnya, setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Diakui Rudi, dengan dukungan teknologi digital, gerakan pelestarian mangrove diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pihak. Langkah tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....