Syukur Membentuk Karakter Anak dan Menguatkan Keimanan Keluarga

  • 18 Jun 2026 09:33 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Menyikapi berbagai tantangan kehidupan modern yang semakin mendorong sikap konsumtif dan individualis, umat Islam diingatkan untuk membiasakan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Peran keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam menanamkan nilai syukur kepada anak sejak usia dini agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak mulia.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bonti Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Bambang Hermanto, mengatakan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, keluarga juga menjadi tempat utama dalam menanamkan sikap syukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT sejak usia dini.

“Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar di rumah, ketika orang tua membiasakan mengucapkan syukur, menghargai nikmat sekecil apa pun, dan tidak mudah mengeluh, maka nilai tersebut akan tertanam dalam diri anak,” ujar Bambang Hermanto dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Kamis 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa rasa syukur memiliki hubungan yang sangat erat dengan peningkatan keimanan seseorang. Semakin seseorang menyadari dan mensyukuri nikmat Allah SWT, semakin kuat pula keyakinannya bahwa seluruh karunia yang dimiliki berasal dari Allah SWT.

Bambang mengatakan, salah satu cara menghindari sifat kufur nikmat adalah dengan membiasakan diri melihat berbagai nikmat yang telah diterima, bukan hanya fokus pada kekurangan yang dimiliki. Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, berdzikir, serta menggunakan nikmat yang diberikan Allah SWT untuk hal-hal yang bermanfaat.

“Sering kali seseorang merasa kurang karena membandingkan dirinya dengan orang lain, padahal syukur akan tumbuh ketika kita menyadari bahwa begitu banyak nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita,” jelasnya.

Menurutnya bahwa sedekah dan membantu sesama merupakan salah satu bentuk nyata rasa syukur kepada Allah SWT. Melalui sedekah, seseorang tidak hanya berbagi rezeki, tetapi juga menunjukkan pengakuan bahwa harta yang dimiliki merupakan titipan dari Allah SWT yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan.

Bambang menekankan bahwa, Islam memandang seseorang yang jarang bersyukur sebagai pribadi yang berpotensi kehilangan keberkahan dalam hidupnya. Sikap tidak bersyukur dapat menumbuhkan rasa iri, keluh kesah, serta membuat hati menjadi jauh dari ketenangan dan kebahagiaan.

Karena itu, Bambang mengajak masyarakat untuk membiasakan diri bersyukur di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh persaingan. Dengan rasa syukur dapat diwujudkan melalui ucapan, perbuatan, serta penggunaan nikmat Allah SWT untuk hal-hal yang diridhai-Nya.

“Jadikan syukur sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, dengan bersyukur, hati menjadi lebih tenang, iman semakin kuat, dan kehidupan terasa lebih berkah,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....