Orang Tua dan TPA Kunci Pembinaan Akhlak Anak
- 15 Jun 2026 16:00 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Peran orang tua dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dinilai sangat strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, beriman, serta memiliki pemahaman agama yang kuat. Sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan keagamaan menjadi fondasi penting untuk menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial di era digital saat ini.
“Orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menjalankan ajaran agama sejak usia dini, ketika pendidikan agama diterapkan secara konsisten di rumah dan diperkuat melalui pembelajaran di TPA, maka akan lahir generasi yang memiliki karakter kuat serta cinta terhadap Al-Qur’an,” ungkap Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sanggau, Burhanuddin, dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Senin 15 Juni 2026.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama yang membentuk pola pikir, perilaku, serta kebiasaan anak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi perkembangan spiritual anak menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan agama.
“TPA bukan hanya tempat belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga sarana pembentukan akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan pembelajaran yang terarah, anak-anak dapat dibimbing untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara lebih baik,” katanya.
Burhanuddin mengungkapkan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, generasi muda menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi perilaku dan karakter mereka. Arus informasi yang tidak terbatas menuntut adanya pengawasan, pendampingan, dan pendidikan agama yang berkelanjutan agar anak mampu menyaring pengaruh negatif dari lingkungan maupun media digital.
“Diperlukan komunikasi dan kerja sama yang baik antara orang tua, pengajar TPA, sekolah, serta masyarakat agar proses pembinaan karakter anak berjalan secara berkesinambungan. Dengan kolaborasi yang kuat, upaya mencetak generasi yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing dapat diwujudkan secara optimal,” ujarnya.
Burhanuddin berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung keberadaan TPA sebagai pusat pembinaan keagamaan dan karakter bagi anak-anak dan remaja. Melalui sinergi antara keluarga, TPA, dan lingkungan sekitar, diharapkan lahir generasi Qurani yang religius, berkualitas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....