Penyandang Disabilitas Sanggau Dorong Penguatan Budaya Inklusi
- 15 Jun 2026 08:22 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Penyandang disabilitas di Kabupaten Sanggau mendorong penguatan budaya inklusi sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang menghargai keberagaman, kesetaraan, dan partisipasi seluruh warga tanpa diskriminasi. Seruan ini sebagai bagian dari upaya mendukung Kabupaten Sanggau ramah pada Disabilitas sekaligus membuka ruang inklusi secara luas.
Penyandang disabilitas Tuna Daksa Kabupaten Sanggau, Mikadius Bambang, mengatakan inklusi bukan sekadar program atau kebijakan, melainkan bentuk penghormatan terhadap hak dan martabat setiap individu. Menurutnya, penerapan nilai inklusi akan membuat penyandang disabilitas merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Bagi kami, inklusi adalah sapaan yang menunjukkan bahwa penyandang disabilitas diterima dan dihargai secara setara,” kata Mikadius Bambang dalam Obrolan Ruang Disabilitas dan Inklusi, Minggu 14 Juni 2026.
Ia menjelaskan, nilai inklusi perlu diwujudkan melalui penyediaan akses yang memadai di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, dunia kerja, hingga layanan publik. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemandirian, partisipasi, dan kepercayaan diri penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurut Mikadius, pembangunan masyarakat yang inklusif harus diawali dengan perubahan cara pandang terhadap disabilitas. Setiap individu, kata dia, memiliki kemampuan dan potensi yang perlu dihargai tanpa membedakan kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki.
“Inklusi dimulai dari cara pandang yang menghormati kemampuan setiap orang tanpa membedakan kondisi fisiknya,” ujarnya.
Meski demikian, Mikadius mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas, terutama dalam mengakses fasilitas umum dan layanan yang ramah disabilitas. Namun, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan dinilai menjadi modal positif untuk mendorong perubahan yang lebih baik.
“Ketika inklusi hadir, penyandang disabilitas merasa menjadi bagian yang utuh dalam kehidupan bersama,” tuturnya.
Mikadius berharap semangat inklusi terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang terbuka, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua warga, termasuk penyandang disabilitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....