Edukasi Perempuan Adalah Investasi Utama Karakter Generasi

  • 09 Jun 2026 07:54 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Isu emansipasi perempuan yang berkembang pesat di tengah masyarakat modern sering kali disalahartikan sebagai tuntutan persamaan strata secara mutlak dengan laki-laki. Padahal, esensi utama dari kesetaraan gender adalah pemenuhan hak secara adil dan proporsional tanpa harus menghilangkan kodrat masing-masing dalam masyarakat kehidupan bersama.

Dare Pontianak Ru 1 2025, Febi Hanifela asal Pontianak menjelaskan bahwa kesetaraan gender dalam perspektif budaya Melayu justru menyingkap adanya nilai luhur yang sangat patut untuk dihormati bersama. Tradisi ini menempatkan kaum perempuan bukan sekadar pendamping melainkan pilar utama sekaligus madrasah pertama dalam mendidik generasi masa depan penerus bangsa.

"Kalo kita berbicara kesetaraan gender dalam budaya melayu itu justru ada nilai - nilai yang harus dihargai juga. Wanita dianggap bukan hanya sebagai pendamping sosok raja tapi juga madrasah utama bagi anak - anak nya," ungkap Febi dalam Obrolan Pengarustamaan Gender RRI PRO1 Sanggau, Senin 8 Juni 2026.

Ia mengakui, ketika kita memberikan edukasi kepada seorang laki-laki maka kita sejatinya hanya sedang mendidik satu orang individu saja di dunia. Namun di saat kita mengedukasi seorang perempuan dengan ilmu pengetahuan dan akhlak mulia maka kita sedang berinvestasi besar dan meletakkan pilar utama untuk membangun fondasi karakter cerdas serta tangguh bagi seluruh generasi masa depan.

"Jika kita mengedukasi laki - laki maka kita hanya mengedukasi laki - laki tapi kalo kita mengedukasi perempuan maka kita akan mengedukasi seluruh generasi," kata Febi.

Menurut Febi, peran besar ini lahir karena seorang wanita memikul tanggung jawab mulia untuk menjadi madrasah pertama yang penuh ilmu bagi anak-anaknya. Lewat curahan bimbingan, kasih sayang, dan wawasan luas dari merekalah karakter serta kecerdasan para generasi penerus bangsa akan dibentuk secara matang demi menyongsong masa depan yang gemilang kelak di era sekarang.

"Karena wanita di tuntut untuk dapat memberikan ilmu sebagai madrasah bagi anak - anaknya untuk penerus kita kelak," ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....