Khutbah Jadi Alarm Spiritual Jaga Keimanan Umat

  • 08 Jun 2026 14:23 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Khutbah Jumat serta khutbah Idul fitri dan Idul adha merupakan alarm spiritual yang selalu hadir tepat waktu untuk mengetuk pintu hati dan menuntun langkah umat Islam. Momentum sakral penuh berkah ini bukan sekadar ritual pelengkap ibadah melainkan ruang jeda yang sangat efektif untuk membasuh jiwa sekaligus menggugah kembali iman yang kerap lalai.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kapuas Elis Mardiyatul Jannah mengingatkan masyarakat mengenai firman Allah dalam Al-Qur'an yang memerintahkan orang beriman untuk bertakwa dengan sebenar-benar takwa dan tidak wafat melainkan dalam keadaan Muslim. Menurutnya peringatan tersebut merupakan alarm penting bagi umat untuk senantiasa menjaga konsistensi ketakwaan.

"Kita selalu diingatkan ketika khutbah hari Jum'at, khutbah sholah Id dan khutbah shalat Idul Adha. Dalam Al-Qur'an disebutkan yang artinya wahai orang - orang yang beriman bertaqwalah kepada orang - orang dengan sebenar- benar nya Taqwa dan janganlah kamu mati dalam keadaan musrik," jelas Jannah dalam Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI PRO1 Sanggau, Senin 8 Juni 2026.

Ia menyampaikan, dalam sebuah riwayat dikisahkan suatu ketika para sahabat sedang duduk santai di dekat Rasulullah SAW lalu dikejutkan oleh kedatangan seorang laki-laki misterius berambut hitam pekat dan berpakaian sangat putih bersih. Keanehan muncul karena tidak ada satu pun sahabat yang mengenali sosok tersebut meskipun pada tubuhnya sama sekali tidak terlihat tanda atau bekas kelelahan.

Lelaki misterius tersebut kata Jannah, kemudian melangkah mendekat hingga duduk tepat Rasulullah SAW lalu menyandarkan kedua lututnya serta meletakkan telapak tangannya di atas paha beliau untuk memulai dialog sakral. Di hadapan para sahabat yang menyimak dengan penuh tanda tanya sosok itu mulai mengajukan beberapa pertanyaan mendasar mengenai hakikat Islam, iman, dan ihsan.

"Kisah tersebut menceritakan momen ketika para sahabat sedang duduk santai di dekat Rasulullah SAW lalu dikejutkan oleh kedatangan seorang laki-laki misterius berambut hitam pekat dan berpakaian sangat putih bersih," ucapnya.

Lanjut Jannah, lelaki itu kemudian dengan tenang meminta Rasulullah SAW untuk memberitahukan kepadanya mengenai hakikat dari ajaran Islam yang sebenarnya. Mendengar pertanyaan tersebut beliau langsung memberikan jawaban secara lugas dan tegas bahwa esensi utama Islam adalah bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan nya.

"Pendengar sekalian, dialog yang terjadi antara Rasulullah SAW dan laki-laki misterius tersebut yang kelak kita ketahui merupakan Malaikat Jibril yang sengaja menyamaradalah guru terbaik bagi kita. Kalimat pertama yang keluar dari lisan Baginda Nabi untuk mendefinisikan Islam adalah tentang kemurnian tauhid; tentang kesaksian bahwa hanya Allah yang berhak disembah," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....