Jangan Sepelekan Kantuk, Tidur Sesaat saat Mengemudi Bisa Fatal

  • 08 Jun 2026 08:14 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Jalan yang sepi dan perjalanan panjang sering kali membuat pengemudi merasa nyaman hingga tanpa sadar kantuk mulai datang. Dalam beberapa detik saja, mata yang terpejam dapat mengubah perjalanan biasa menjadi tragedi di jalan raya.

Dikutip dari National Highway Traffic Safety Administration, tidur saat berkendara atau drowsy driving menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang kerap luput dari perhatian. Kondisi ini menurunkan konsentrasi, memperlambat waktu reaksi, dan mengganggu kemampuan mengambil keputusan.

Para ahli menyebut kurang tidur sebagai faktor utama yang memicu kantuk saat mengemudi. Seseorang yang tidak memperoleh waktu istirahat cukup akan lebih mudah mengalami kelelahan meski perjalanan belum terlalu jauh.

Bahaya terbesar dari kantuk di balik kemudi adalah munculnya microsleep atau tidur singkat tanpa disadari. Meski hanya berlangsung beberapa detik, kondisi tersebut dapat membuat kendaraan melaju tanpa kendali.

Risiko mengantuk saat berkendara umumnya meningkat pada tengah malam hingga dini hari serta pada sore hari. Pada waktu-waktu tersebut, ritme biologis tubuh sedang berada pada fase penurunan kewaspadaan.

Tanda-tanda kantuk saat mengemudi perlu dikenali sejak dini agar tidak berujung kecelakaan. Menguap berulang kali, mata terasa berat, sulit fokus, dan tidak mengingat beberapa kilometer terakhir merupakan gejala yang patut diwaspadai.

Selain kurang tidur, konsumsi alkohol dan beberapa jenis obat juga dapat memperparah rasa kantuk. Kombinasi faktor tersebut berpotensi menurunkan kemampuan pengemudi dalam merespons situasi darurat di jalan.

Banyak pengemudi mengandalkan kopi atau minuman berkafein untuk melawan rasa kantuk. Namun, cara tersebut hanya memberikan efek sementara dan tidak dapat menggantikan kebutuhan tidur yang cukup.

Karena itu, memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang memadai sebelum perjalanan menjadi langkah paling efektif untuk menjaga keselamatan. Menepi dan beristirahat saat kantuk datang jauh lebih bijak dibanding memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....