Tak Harus Ekstrovert, Introvert juga Bisa Tampil Memukau Sebagai MC

  • 08 Jun 2026 08:01 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Anggapan bahwa seorang introvert tidak cocok menjadi Master of Ceremony (MC) masih kerap ditemui di tengah masyarakat. Padahal, kemampuan memandu acara bukan semata ditentukan oleh kepribadian seseorang, melainkan kemauan untuk belajar, berlatih, dan mengembangkan potensi diri.

Master of Ceremony (MC) asal Pontianak, De Sandy Wang, menjelaskan anggapan stigma tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya yang justru berangkat dari karakter introvert. Ia mengaku pernah merasa tidak percaya diri untuk tampil dan berbicara di hadapan banyak orang.

"Saya orangnya sebenarnya dari karakter introvert. Tapi sekitar empat tahun lalu saya menemukan bahwa ternyata saya senang berbicara dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga mulai mencoba terjun ke dunia MC," ungkap Sandy dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Sabtu 6 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang keliru memahami arti introvert. Introvert bukan berarti tidak mampu berkomunikasi atau tampil di depan publik, melainkan memiliki cara berbeda dalam memperoleh energi dan mengekspresikan diri.

"Jadi buat teman-teman yang merasa dirinya introvert, jangan pernah patah semangat. Karena setiap orang memiliki potensi yang bisa berkembang ketika menemukan lingkungan dan wadah yang tepat," ujarnya.

Sandy mengatakan perjalanan menjadi MC profesional tidak terjadi secara instan. Berbagai pengalaman, latihan public speaking, serta keberanian keluar dari zona nyaman menjadi faktor yang membantunya berkembang hingga dipercaya memandu berbagai acara.

"Kalau saya tidak mencoba saat itu, mungkin saya tidak akan pernah tahu bahwa kemampuan ini ada dalam diri saya. Karena itu jangan takut memulai meskipun merasa belum siap," jelasnya.

Dunia MC, menurutnya, justru mengajarkannya untuk terus beradaptasi, membangun kepercayaan diri, dan memperluas kemampuan komunikasi. Lingkungan yang mendukung juga menjadi salah satu faktor penting yang membantu seseorang bertumbuh dan menemukan potensi terbaiknya.

"Kadang bakat itu sebenarnya sudah ada, hanya saja belum menemukan tempat untuk berkembang. Ketika kita mau belajar dan diberi kesempatan, kemampuan tersebut bisa muncul dengan sendirinya," katanya.

Ia berharap generasi muda tidak lagi membatasi diri karena label kepribadian yang melekat pada mereka. Menurutnya, introvert maupun ekstrovert memiliki peluang yang sama untuk sukses selama mau berproses, belajar dari pengalaman, dan terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Sandy mengajak anak muda untuk berani mencoba hal-hal baru yang positif meskipun terasa menantang di awal. Sebab, potensi terbesar seseorang sering kali ditemukan ketika berani melangkah keluar dari batasan yang selama ini diyakini sebagai kelemahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....