Lima Alam Kehidupan Ingatkan Manusia Dunia Hanya sementara

  • 02 Jun 2026 07:56 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Di tengah kesibukan dan berbagai tuntutan kehidupan modern, masyarakat diingatkan untuk tidak melupakan hakikat keberadaan manusia di dunia. Kehidupan yang dijalani saat ini sejatinya merupakan bagian dari perjalanan panjang yang akan berakhir pada kehidupan akhirat.

“Banyak orang menganggap dunia sebagai tempat tinggal yang sesungguhnya, padahal dalam pandangan Islam dunia hanyalah tempat singgah untuk mengumpulkan bekal amal, karena itu, manusia perlu memahami perjalanan hidupnya secara utuh agar tidak terlena oleh kenikmatan yang bersifat sementara,” kata Kepala KUA Kecamatan Sekayam, Harbani dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Senin 1 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa setiap manusia telah melewati beberapa tahapan kehidupan sebelum berada di dunia saat ini. Tahapan tersebut dimulai dari alam ruh, kemudian alam rahim, dan dilanjutkan dengan kehidupan di alam dunia yang sedang dijalani sekarang.

“Alam ruh adalah fase ketika ruh manusia diciptakan oleh Allah SWT, sedangkan alam rahim merupakan masa persiapan sebelum manusia dilahirkan. Setelah itu manusia memasuki alam dunia untuk menjalankan amanah sebagai hamba dan khalifah di muka bumi,” ungkapnya.

Menurut Harbani, kehidupan dunia bukanlah akhir dari perjalanan manusia karena masih ada fase berikutnya yang akan dihadapi setelah kematian. Setiap manusia akan memasuki alam barzah atau alam kubur sebagai tempat menunggu datangnya hari kebangkitan.

“Setelah alam barzah, manusia akan memasuki alam akhirat yang menjadi kehidupan kekal dan tempat mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan selama hidup di dunia. Kesadaran terhadap adanya kehidupan setelah kematian seharusnya menjadi motivasi untuk memperbanyak kebaikan dan menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Harbani berharap pemahaman mengenai lima alam kehidupan dapat memperkuat keimanan dan membentuk sikap hidup yang lebih bijaksana di tengah perubahan zaman. Ia menegaskan bahwa bumi bukanlah tempat manusia tinggal selamanya, melainkan tempat untuk berikhtiar, beramal, dan mempersiapkan diri menuju kehidupan yang abadi di akhirat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....