KUA Sekayam Ingatkan Hakikat Hidup di Dunia dan Akhirat
- 02 Jun 2026 07:44 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Dalam kehidupan modern, manusia sering kali disibukkan oleh berbagai urusan duniawi dalam kesuksesan, jabatan, kekayaan, dan pengakuan sosial menjadi tujuan yang terus dikejar. Tidak sedikit orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja tanpa memberi ruang bagi refleksi tentang makna hidup itu sendiri, akibatnya banyak yang merasa kehilangan arah ketika menghadapi kegagalan, kesedihan, atau kenyataan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekayam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Harbani, menyampaikan bahwa setiap manusia harus menyadari hakikat kehidupan di dunia yang tidak kekal. Menurutnya, kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia dan setiap langkah kehidupan sesungguhnya membawa manusia semakin dekat kepada akhir perjalanan hidup.
“Bumi ini bukan tempat kita tinggal selamanya, tetapi tempat kita meninggal, karena itu, jangan sampai kita terlena oleh gemerlap dunia hingga melupakan tujuan utama kehidupan, yaitu beribadah kepada Allah SWT dan mempersiapkan bekal untuk akhirat,” ungkap Harbani dalam obrolan Mutiara Pagi RRi Sanggau, Senin 1 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa kecintaan yang berlebihan terhadap dunia dapat membuat seseorang lalai menjalankan perintah Allah SWT dan mengabaikan larangan-Nya. Padahal, kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal dan harus menjadi tujuan utama setiap muslim.
Harbani juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari perbuatan yang dapat menjerumuskan ke dalam siksa neraka. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat At-Tahrim ayat 6 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
“Sebagai orang tua dan anggota keluarga, kita memiliki tanggung jawab untuk membimbing keluarga agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT, karena Pendidikan agama, keteladanan, dan pembiasaan ibadah harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Menurut Harbani, salah satu cara mempersiapkan bekal menuju akhirat adalah dengan memperbanyak amal saleh, menjaga salat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, bersedekah, serta mempererat kepedulian sosial terhadap sesama. Selain itu, umat Islam juga diharapkan senantiasa melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah.
Ia menambahkan, kesadaran akan kematian juga mengajarkan kerendahan hati, tidak peduli seberapa tinggi jabatan seseorang, seberapa besar kekayaannya, atau seberapa terkenal namanya, semua manusia pada akhirnya akan menghadapi akhir yang sama. Perbedaan yang tersisa bukanlah apa yang dimiliki, melainkan apa yang telah dilakukan dan diwariskan kepada orang lain.
"Mempersiapkan bekal menuju akhirat dapat dilakukan dengan memperbanyak amal saleh, menjaga salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersedekah, meningkatkan kepedulian sosial, serta terus melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah kita sebagai hamba Allah SWT," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....