Krisis Kehormatan di Era Modern Jadi Tantangan Kehidupan Sosial
- 23 Mei 2026 08:37 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Perjalanan kehidupan manusia di tengah perkembangan zaman modern membawa banyak perubahan sosial yang memengaruhi cara pandang manusia terhadap nilai kehormatan. Di tengah dunia yang semakin dipenuhi krisis moral, individualisme, dan lunturnya etika sosial, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga kehormatan sebagai legitimasi sosial dalam kehidupan bersama.
Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Sanggau, Petrus Musa menjelaskan bahwa kehormatan merupakan nilai penting yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk sosial. Kehormatan bukan hanya tentang penghargaan dari orang lain, melainkan cerminan sikap hidup yang bermoral, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai kebenaran.
“Ketika manusia kehilangan kehormatan, maka kehidupan sosial akan kehilangan kepercayaan dan rasa saling menghargai, kehormatan menjadi legitimasi sosial yang menunjukkan kualitas moral seseorang dalam masyarakat,” ungkap Musa dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Sabtu 23 Mei 2026.
Menurutnya, dimensi sosial kehormatan manusia terlihat dari bagaimana seseorang menjaga perilaku, perkataan, dan tanggung jawabnya dalam kehidupan sehari-hari. Kehormatan lahir dari sikap jujur, menghormati sesama, menjaga integritas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat.
Ia mengatakan bahwa krisis kehormatan di era modern terjadi ketika manusia lebih mengejar kepentingan pribadi dibandingkan nilai moral dan etika. Akibatnya, muncul berbagai persoalan sosial seperti hilangnya rasa malu, menurunnya sopan santun, serta meningkatnya perilaku yang merugikan sesama.
“Era modern membuat banyak orang mudah terpengaruh oleh arus dunia yang mengutamakan popularitas, kekuasaan dan materi, padahal kehormatan sejati dibangun dari karakter yang baik dan kehidupan yang benar,” jelasnya.
Musa menekankan bahwa menjaga kehormatan sangat penting karena kehormatan menentukan kualitas hubungan sosial dalam masyarakat. Seseorang yang mampu menjaga kehormatan akan lebih dipercaya, dihargai, dan menjadi pribadi yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Untuk itu Musa mengingatkan umat agar tidak hanyut dalam budaya modern yang mengabaikan etika dan martabat manusia, sebab kehormatan bukan hanya tentang citra diri, melainkan bentuk tanggung jawab moral yang mencerminkan kualitas hidup seseorang di hadapan Tuhan dan masyarakat. Dengan menjaga kehormatan, setiap orang dapat menjadi pribadi yang membawa damai, keteladanan, dan harapan di tengah kehidupan sosial yang penuh tantangan.
“Jagalah kehormatan sebagai tanggung jawab moral agar hidup menjadi teladan dan membawa harapan bagi sesama,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....