Arus Modernisasi Jadi Tantangan Pelestarian Budaya Generasi Muda
- 18 Mei 2026 09:51 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Pelestarian budaya daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat modern. Kondisi tersebut membuat berbagai tradisi lokal perlahan mulai tergerus, terutama di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan budaya populer dari luar daerah.
“Budaya daerah merupakan identitas yang harus dijaga bersama karena mengandung nilai sejarah, adat, dan kearifan lokal warisan leluhur, sehingga generasi muda perlu dikenalkan sejak dini agar budaya lokal tetap lestari di masa depan,” ungkap Oktavia Yuani selaku Kabid Kepemudaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sanggau, dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Rabu 13 Mei 2026.
Menurutnya salah satu tantangan terbesar dalam pelestarian budaya adalah pengaruh musik kekinian yang semakin mendominasi kehidupan anak muda. Kehadiran berbagai genre musik modern melalui platform digital membuat lagu daerah, musik tradisional, dan kesenian lokal mulai kurang diminati dibandingkan hiburan populer yang sedang tren.
“Banyak generasi muda saat ini lebih mengenal lagu viral dibandingkan lagu daerah sendiri sehingga sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu terus mengenalkan musik tradisional agar budaya lokal tetap hidup dan dicintai,” ujarnya.
Selain pengaruh musik modern, kata Oktavia, perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi tantangan besar dalam menjaga eksistensi budaya daerah. Arus informasi yang begitu cepat membuat budaya luar lebih mudah diterima masyarakat, sementara tradisi lokal sering kali kalah bersaing dalam menarik perhatian generasi muda.
“Teknologi tidak selalu berdampak negatif karena media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi budaya daerah melalui konten edukasi, video kreatif, dan kegiatan digital yang melibatkan generasi muda,” ucapnya.
Tambah Oktavia, perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin modern dan praktis juga dinilai menjadi penyebab menurunnya minat terhadap budaya lokal. Banyak tradisi, bahasa daerah, hingga kegiatan adat mulai jarang dilakukan karena dianggap kuno, padahal budaya daerah memiliki nilai kebersamaan, sopan santun, dan identitas yang penting untuk diwariskan kepada generasi penerus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....