Pemuda Diingatkan Manfaatkan Waktu Emas sejak Dini

  • 30 Apr 2026 09:38 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Masa muda kerap diingatkan sebagai amanah dan waktu emas yang dianugerahkan Allah kepada setiap hamba. Pada fase inilah manusia didorong untuk memperbanyak ilmu, karya, serta amal kebaikan, sebab waktu tidak pernah kembali dan setiap kelalaian akan berubah menjadi penyesalan ketika usia menua, tenaga melemah, dan kesempatan tak selebar sebelumnya.

Para pemuda diajak untuk tidak menunda kebaikan dan memanfaatkan setiap nikmat waktu yang diberikan Tuhan dengan sebaik-baiknya, penuh makna dan tanggung jawab mulia. Dengan menjaga keimanan serta memperbanyak amal dan usaha yang bermanfaat, masa muda dapat menjadi jalan menuju hidup yang lebih berkah dan terhindar dari penyesalan di kemudian hari.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mukok Sri Rahayu menyampaikan bahwa masa muda sebaiknya dimanfaatkan untuk memperkaya diri dengan berbagai ilmu dan pengalaman yang bermanfaat. Menuntut ilmu sejak dini diyakini jauh lebih efektif, karena ketika usia mulai dewasa, proses memahami dan menyerap pengetahuan biasanya tidak lagi semudah saat muda.

"Masa muda dimanfaatkan sebaik mungkin, kita mengenyam ilmu, menuntut ilmu itu kita mulai sedari dini, karena ketika dewasa baru akan menutut ilmu biasanya akan susah meresap akan suatu ilmu, " kata Sri, dalam Obrolan Progam Mutiara Pagi Islam RRI Pro1 SP Sanggau, Jumat 30 April 2026.

Menurutnya belajar di waktu kecil diibaratkan mengukir di atas batu, karena setiap pengetahuan yang ditanam sejak dini akan melekat kuat dan menjadi dasar penting bagi perjalanan hidup seseorang. Sebaliknya, belajar di usia yang lebih besar kerap disamakan dengan mengukir di atas tanah, meski tetap mungkin dilakukan, namun daya serapnya tidak sekuat masa kecil.

"Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu belajar di waktu besar bagai mengukir di atas tanah," ucapnya.

Tambahnya, banyak anak muda saat ini memilih putus sekolah meskipun berasal dari keluarga yang sebenarnya mampu, karena mereka tidak memiliki antusiasme untuk belajar di masa muda. Kurangnya minat tersebut sering dipengaruhi pergaulan yang tidak sehat, hingga membuat mereka terbiasa menjalani pola hidup terbalik yakni siang menjadi malam dan malam menjadi siang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....