Kerusakan Lingkungan Picu Perubahan Cuaca Ekstrem Tak Menentu
- 22 Apr 2026 14:44 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Perubahan cuaca ekstrem menjadi salah satu peringatan nyata dampak kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini, tidak terkecuali di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kondisi tersebut dinilai semakin sering dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari akibat dari sejumlah faktor.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro mengungkapkan, kondisi cuaca dinilai semakin tidak menentu. Perubahan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam saja, namun juga interaksi manusia dengan lingkungannya.
“Perubahan cuaca ekstrem saat ini terjadi akibat kerusakan lingkungan yang terus berlangsung tanpa pengendalian. Aktivitas manusia menjadi faktor dominan yang memicu ketidakseimbangan alam,” ungkap Hendro dalam program Sanggau Menyapa Pro 1 RRI Sanggau, Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan alih fungsi lahan turut memengaruhi intensitas angin dan perubahan cuaca di sejumlah wilayah. Minimnya vegetasi pepohonan, menyebabkan tidak adanya penahan alami saat terjadi angin kencang.
“Wilayah yang mengalami perubahan tutupan lahan cenderung memiliki kondisi cuaca lebih ekstrem dibandingkan sebelumnya. Hal ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi geografis yang terbuka membuat beberapa wilayah lebih rentan terhadap bencana hidrometeorologi akibat angin kencang dan hujan deras. Namun, risiko ini dapat diminimalisir, salah satunya dengan dengan menjaga vegetasi serta menjaga lingkungan.
“Penanaman pohon menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak,” ucapnya.
Hendro menambahkan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi bencana akibat cuaca ekstrem. Masyarakat perlu untuk lebih peduli terhadap lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....