Tantangan Guru Perempuan di Entikong: Multitasking dan Pengabdian tanpa Batas

  • 21 Apr 2026 11:04 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Dedikasi guru perempuan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kecamatan Entikong, terus menjadi sorotan positif. Salah satu sosok inspiratifnya adalah Sri Minarti, seorang pendidik di SD Negeri 06 Merau, yang membagikan kisahnya dalam mengelola peran ganda sebagai pendidik sekaligus penggerak sosial bagi anak-anak di daerah pelosok.

Sri Minarti mengungkapkan bahwa menjadi guru di wilayah perbatasan negara, Kecamatan Entikong, memerlukan kemampuan manajemen waktu yang luar biasa karena keterbatasan tenaga pengajar. Ia sering kali harus mengajar di kelas lain selain kelasnya sendiri, terutama untuk mata pelajaran agama, yang sering kali jadwalnya berbenturan dengan tugas rutin lainnya, sehingga menuntut fleksibilitas tinggi.

"Kami dituntut memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik untuk bisa berbagi peran, karena perempuan itu memang multitalenta dan bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu," kata Sri Minarti dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa 21 April 2026.

Ia mengakui, kehadiran sosok pengajar tangguh sangat krusial mengingat pendidikan agama merupakan fondasi utama bagi pembentukan karakter siswa. Namun, kondisi geografis dan keterbatasan fasilitas di perbatasan sering kali membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menantang dibandingkan dengan wilayah perkotaan yang lebih mapan secara sarana.

"Masyarakat di sini umumnya bekerja ke ladang atau menjadi buruh di perusahaan sawit sejak subuh, sehingga terkadang anak-anak kurang mendapatkan perhatian langsung di rumah, termasuk dalam hal konsumsi harian mereka," ucapnya.

Baginya, sebagian Guru di Entikong tidak hanya mengajar materi di kelas, tetapi juga berperan sebagai pengganti orang tua bagi para siswa. Mereka memberikan perhatian emosional dan pengawasan tambahan, terutama bagi siswa yang ditinggal bekerja oleh orang tuanya hingga sore hari.

"Selama mengajar, bukan hanya menjalankan tugas, tapi lebih pada empati dan usaha membangun SDM unggul dari daerah perbatasan, itu sudah mendarah daging bagi saya," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....