Ironi Alam Kalbar, Keindahan Gunung Ternodai Sampah Pendaki

  • 20 Apr 2026 09:17 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Keindahan alam pegunungan Kalimantan Barat yang semestinya menghadirkan ketenangan dan kesegaran jiwa, justru kerap ternodai oleh perilaku manusia yang abai terhadap lingkungan. Tumpukan sampah yang berserakan mulai dari jalur pendakian hingga mencapai puncak menjadi ironi yang terus berulang, seolah mencerminkan masih rendahnya kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam.

Anggota Kelompok Pecinta Alam Explore Borneo Kubu Raya Kalimantan Barat, Gustiar, mengungkapkan bahwa fenomena tersebut masih kerap ditemui di berbagai titik pendakian yang ia kunjungi. Rendahnya kesadaran sebagian pendaki terhadap pentingnya menjaga kebersihan menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap rusaknya kelestarian alam.

"Sampah aja yang paling terasa, masih banyak pendaki yang buang sembarangan. Kadang mereka cuma fokus foto-foto tanpa peduli kebersihan," ungkap Gustiar dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Sabtu 18 April 2026.

Gustiar menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya merusak estetika alam yang seharusnya tetap asri, tetapi juga mengganggu kenyamanan para pecinta alam lainnya yang datang untuk mencari ketenangan. Keberadaan sampah di sepanjang jalur hingga puncak membuat pengalaman mendaki kehilangan makna dan mengurangi keindahan yang semestinya bisa dinikmati secara utuh.

"Kalau lihat sampah itu rasanya nggak tenang, apalagi di tempat yang seharusnya bersih dan alami. Jadi kesannya alam itu seperti tidak dihargai," katanya.

Pihak komunitas kata Gustiar, secara konsisten memberikan imbauan tegas kepada setiap peserta trip agar senantiasa menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, edukasi yang ditanamkan sejak awal menjadi langkah krusial dalam membentuk kesadaran dan kebiasaan baik untuk mencintai serta merawat lingkungan.

"Setiap selesai kegiatan, sampah pasti kami kumpulkan dan dibawa turun. Itu sudah jadi aturan yang wajib diikuti semua peserta," jelasnya.

Upaya menjaga kelestarian alam, kata Gustiar, tidak bisa dibebankan hanya kepada komunitas tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran individu menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas wisata alam.

Gustiar mengajak para pendaki, untuk lebih bertanggung jawab dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap keindahan alam Kalimantan Barat tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang tanpa harus tercemar oleh sampah dan kerusakan yang tidak perlu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....