Hidup Berkemenangan Butuh Setia dalam Iman Kepada Tuhan

  • 18 Apr 2026 19:30 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Hidup berkemenangan sering kali dipahami sebagai keadaan tanpa masalah, penuh keberhasilan, dan jauh dari kegagalan. Namun dalam perspektif iman, makna hidup berkemenangan jauh lebih dalam daripada sekadar pencapaian lahiriah.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Sanggau, Pendeta Petrus Musa, menyampaikan menikmati hidup berkemenangan bukanlah sesuatu yang mudah dan tidak bersifat permanen. Menurutnya, setiap orang percaya akan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani kehidupan iman, banyak orang mampu bertahan dalam situasi sulit untuk sementara waktu, tetapi tidak semua mampu tetap setia ketika dihadapkan pada tekanan, godaan, atau perubahan zaman dengan kesetiaan inilah yang menjadi inti dari kehidupan iman yang sejati.

“Menikmati hidup berkemenangan tidaklah mudah dan tidak permanen; hanya kesetiaan di tengah tantangan, tekanan, dan perubahan yang menjadi inti iman sejati," ungkap Pendeta Petrus dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau , Sabtu 18 April 2026.

Disampaikannya, tantangan terbesar bukan hanya datang dari situasi sulit, tetapi dari panggilan untuk tetap setia kepada Tuhan di tengah realitas dunia yang cenderung menolak keberadaan-Nya. Sebagian besar manusia lebih mengandalkan kesepakatan sosial dan pandangan umum dibandingkan hidup berdasarkan iman.

“Hidup berkemenangan menuntut kesetiaan yang terus-menerus, ini bukan soal keberhasilan sesaat, tetapi bagaimana kita tetap setia dalam setiap musim kehidupan,” ujarnya.

Diakuinya bahwa tantangan iman saat ini sering kali dianggap tidak relevan dalam kehidupan sosial. Padahal, justru di tengah arus pemikiran tersebut, orang percaya dipanggil untuk menunjukkan jati diri sebagai pribadi yang hidup dalam kebenaran Tuhan.

Untuk itu Petrus, mengajak umat untuk menyadari bahwa panggilan sebagai orang percaya adalah panggilan besar yang membutuhkan komitmen. Sebab penting bagi setiap orang untuk terus menata hidup dalam konteks iman dan tidak terpengaruh oleh arus dunia yang menjauh dari nilai-nilai rohani.

“Mari kita belajar setiap saat untuk semakin dekat kepada Tuhan, dari situlah kita memperoleh kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan dan hidup dalam kemenangan sejati,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....