Pendakian MAPALA Asah Mental dan Kerja Sama Tim

  • 16 Apr 2026 19:27 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, EntikongKegiatan mendaki gunung dalam organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) kini tidak lagi sekadar petualangan. Lebih dari itu, aktivitas ini menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter, mental, dan kedewasaan mahasiswa.

Di tengah medan terjal dan cuaca yang tak menentu, setiap anggota dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental yang kuat. Kondisi tersebut sekaligus melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Setiap perjalanan pendakian menghadirkan tantangan nyata, mulai dari jalur ekstrem hingga keterbatasan logistik. Situasi ini mendorong anggota untuk saling peduli, menjaga komunikasi, dan mengutamakan keselamatan bersama.

Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Fransiska Melaya Ekaputri, anggota UKM Mapala Saka Polnep Sanggau. Ia mengaku ketertarikannya berawal dari rasa penasaran setelah melihat cuplikan aktivitas pecinta alam.

“Awalnya itu tidak terpikir untuk masuk UKM ini, cuma karena lihat video cuplikan kegiatan. Apalagi waktu SMK juga pernah dikenalkan alat-alatnya, jadi saya tertarik dan akhirnya bergabung di Mapala Saka,” ungkapnya dalam Obrolan Sore Ceria Pro2 RRI Sanggau, Rabu 15 April 2026.

Fransiska mengungkapkan, sebelum terjun ke lapangan, setiap anggota harus melalui tahapan pendidikan dasar dan pelatihan lanjutan. Proses ini menjadi bekal penting dalam membangun kemampuan teknis, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi alam.

Menurutnya, setiap kegiatan di MAPALA memiliki nilai pembelajaran yang kuat. Pendakian gunung menjadi media efektif untuk melatih kerja sama, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Selain itu, pengalaman di alam terbuka juga membantu anggota mengenali potensi diri dan mengelola emosi. Hal ini menjadikan MAPALA sebagai wadah pembentukan karakter yang tangguh dan mandiri.

“Banyak hal yang bisa kita dapat dari komunitas ini, seperti tolong-menolong, semakin mengenal diri sendiri, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, kata Fransiska, diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik. Tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....