Lebih dari Sekadar Hafalan, Nilai Akhlak Jadi Fondasi Utama Santri Tahfiz

  • 15 Apr 2026 13:12 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Menghafal Al-Qur’an kerap menjadi tujuan utama bagi para santri di lingkungan pesantren, namun di balik capaian tersebut terdapat nilai yang jauh lebih mendasar yang perlu dibangun secara berkelanjutan. Pendidikan karakter dan akhlak dinilai menjadi kunci utama agar hafalan tidak hanya kuat secara ingatan, tetapi juga mampu membentuk pribadi yang berintegritas, beradab, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Guru Tahfiz Pondok Al-Mukhlishin Antibar Kabupaten Mempawah, Rainold Renaldi, mengungkapkan bahwa pembinaan santri di pesantren tidak semata-mata berfokus pada capaian hafalan Al-Qur’an saja. Nilai adab dan akhlak menjadi prioritas utama yang terus ditekankan dalam seluruh proses pendidikan, sebagai fondasi pembentukan karakter santri yang berilmu dan berkepribadian baik.

“Selain hafalan, yang paling penting ditanamkan kepada santri adalah akhlak dan adab terhadap Al-Qur’an. Karena hafalan tanpa akhlak tidak akan memberikan dampak yang maksimal dalam kehidupan,” kata Rainold dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa akhlak merupakan fondasi utama dalam membentuk kepribadian santri yang utuh dan seimbang. Nilai-nilai akhlak tersebut akan sangat berpengaruh terhadap cara santri berinteraksi dengan lingkungan sekitar serta dalam mengamalkan ilmu yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.

“Santri diajarkan untuk memiliki sikap hormat, disiplin, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas. Nilai-nilai ini menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa depan,” katanya.

Selain penguatan akhlak, menurutnya kemampuan bahasa Arab juga menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan santri di pesantren. Pemahaman terhadap bahasa tersebut akan sangat membantu santri dalam mendalami makna dan kandungan Al-Qur’an secara lebih utuh dan mendalam.

“Bahasa Arab menjadi salah satu aspek yang kami tekankan karena merupakan bahasa Al-Qur’an. Dengan memahaminya, santri tidak hanya menghafal tetapi juga mengerti isi kandungannya,” ujarnya.

Rainold menambahkan bahwa pembentukan akhlak yang baik memiliki peran penting dalam memperkuat hafalan Al-Qur’an itu sendiri. Sikap yang terjaga dengan baik akan membantu santri lebih konsisten dalam proses belajar, serta memudahkan mereka dalam menjaga dan mempertahankan hafalan yang telah diperoleh.

“Akhlak yang baik akan mempermudah santri dalam menjaga hafalan dan menjalani proses belajar. Karena hati yang baik akan lebih mudah menerima dan menjaga ilmu,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....