BPBD Sanggau Peringatkan Ancaman Banjir Rob dan Longsor Meluas

  • 07 Apr 2026 17:47 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau mengeluarkan peringatan serius terkait potensi banjir rob, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah. Cuaca ekstrem pada akhir pekan lalu memicu sejumlah kejadian yang menyebabkan kerusakan rumah serta terganggunya aktivitas warga.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sanggau, Sigit Purnomo, mengungkapkan bahwa kondisi geografis dan curah hujan tinggi meningkatkan risiko bencana alam. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus tetap waspada menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Wilayah Sanggau memiliki beberapa titik rawan, terutama terhadap banjir rob dan tanah longsor, Kami mencatat intensitas kejadian meningkat pada Sabtu dan Minggu akibat pasang air dan hujan deras ” ujar Sigit dalam Obrolan kentongan RRI Sanggau, Selasa 7 April 2026.

Banjir rob tercatat terjadi di sembilan titik di kawasan Kota Sanggau, salah satunya di Jalan Sutra Gang Kelontong. Satu rumah dilaporkan mengalami jebol pada bagian dinding, sementara rumah lain hanya terendam tanpa kerusakan struktural.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di lima titik pada kawasan Jalan Padat Karya, daerah Alkafi, Sanggau. Material longsor berupa barau yang roboh bahkan sempat menimpa salah satu rumah warga dan memicu kekhawatiran masyarakat sekitar.

“Kejadian longsor ini harus diwaspadai karena struktur tanah di beberapa daerah cukup labil,” tambah Sigit.

Pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di dua lokasi, masing-masing di Jalan Kelurahan dan Jalan Dr. Surono. Peristiwa tersebut menyebabkan dua rumah terdampak dan aktivitas jalan sempat terganggu sebelum petugas berhasil melakukan pembersihan.

Selain itu, insiden perahu karam serta robohnya sebuah rumah di Kecamatan Mukok turut menambah daftar kejadian bencana akhir pekan tersebut. BPBD Sanggau terus melakukan pemantauan dan meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana lanjutan.

“Kami mengimbau warga agar segera melapor jika melihat retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan tanah.” Tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....