Menemukan Ketenangan Hati Ditengah Hiruk Dunia

  • 01 Apr 2026 10:17 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Di tengah derasnya arus globalisasi dan kehidupan modern yang serba cepat, manusia kerap dihadapkan pada tekanan yang datang silih berganti, aktivitas tanpa jeda, tuntutan pekerjaan, serta kompleksitas persoalan hidup menjadikan ketenangan batin sebagai sesuatu yang semakin sulit diraih. Fenomena kegelisahan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga menjalar hingga ke berbagai wilayah, kondisi ini menuntut adanya upaya nyata untuk mengembalikan keseimbangan jiwa melalui pendekatan spiritual yang menenangkan dan menyejukkan hati.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kembayan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Bambang menyampaikan bahwa ketenangan sejati hanya dapat ditemukan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dzikir menjadi sarana utama untuk menenangkan hati sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Menurutnya, Allah SWT senantiasa menunggu hamba-Nya untuk kembali mengingat-Nya melalui dzikir yang dilakukan secara konsisten, hati yang gelisah akan perlahan menjadi tenteram, terutama ketika diiringi dengan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah salat.

"Ketenangan sejati hadir saat kita mendekat kepada Allah SWT melalui dzikir yang konsisten, karena Dia senantiasa menunggu hamba-Nya hingga hati menjadi tenteram dalam kekhusyukan sholat," ungkap Bambang dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Rabu 1 April 2026.

Bambang mengungkapkan bahwa sebanyak apa pun pekerjaan yang dihadapi seseorang, jika diiringi dengan mengingat Allah, maka hati akan tetap berada dalam kondisi baik dan lebih tenang karena Dzikir menjadi penyeimbang antara urusan dunia dan kebutuhan rohani yang tidak boleh diabaikan. Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak istigfar sebagai bentuk introspeksi diri dan permohonan ampun kepada Allah SWT, karena dengan memperbanyak Istigfar diyakini mampu membersihkan hati dari berbagai beban emosional serta memberikan ketenangan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

"Sebanyak apa pun pekerjaan, mengingat Allah melalui dzikir dan memperbanyak istigfar akan menjaga hati tetap tenang, bersih, dan seimbang antara urusan dunia serta kebutuhan rohani, " katanya.

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan terdapat kiat penting yang perlu diperhatikan sebelum berdzikir, yakni tidak meninggalkan wudhu. Dengan menjaga kesucian, koneksi antara manusia dengan Allah SWT akan tetap terjaga dalam keadaan yang bersih dan penuh keberkahan.

Untuk itu, Bambang berharap masyarakat dapat menjadikan dzikir, istigfar, dan menjaga wudhu sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan demikian, ketenangan hati di tengah hiruk pikuk dunia bukan lagi sekadar harapan, melainkan menjadi kenyataan yang dapat dirasakan setiap insan.

"Jadikan dzikir, istigfar, dan menjaga wudhu sebagai gaya hidup agar ketenangan hati benar-benar hadir di tengah hiruk pikuk kehidupan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....