Kelelahan Metabolisme Pasca Lebaran Pengaruhi Kesehatan Tubuh

  • 28 Mar 2026 08:39 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Setelah beberapa hari menikmati pesta makan, tubuh sebenarnya bisa mengalami kelelahan metabolisme, di mana sistem pencernaan dan metabolisme bekerja lebih keras untuk memproses asupan makanan yang berlebihan. Kondisi ini sering memicu perubahan tubuh, seperti lonjakan gula darah, yang dapat memengaruhi energi, kesehatan, dan keseimbangan secara keseluruhan yang bisa mempengaruhi kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Mikael Kurniawan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong dalam dialog Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jum'at 28 Maret 2026. Menurutnya kelelahan metabolisme yang terjadi setelah pesta makan dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk menyebabkan lonjakan gula darah, menurunnya energi, dan gangguan sementara pada keseimbangan metabolisme tubuh.

"Setelah kita itu melaksanakan pesta makan lah istilahnya setelah beberapa hari, maka sebenarnya tubuh kita itu mengalami yang kita sebut dengan kelelahan metabolisme, apa yang terjadi pada saat kelehan metabolisme ini, ada beberapa hal seperti lonjakan gula darah," jelas Mikael

Menurutnya, konsumsi makanan manis atau karbohidrat tinggi, seperti kue dan nasi putih, dalam jumlah berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah. Kondisi ini membuat hormon insulin bekerja lebih ekstra untuk menyeimbangkan kadar gula dalam tubuh, sehingga selain memengaruhi energi, hal ini juga dapat berdampak pada keseimbangan metabolisme dan kesehatan secara keseluruhan jika kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus.

"Terjadinya lonjakan gula darah ini akibat dari konsumsi kue manis atau nasi putih yang berlebih yang memicu hormon insulin itu bekerja lebih ekstra. Nah saat kadar gula darah turun drastis setelah melonjak kemudian turun justru tubuh itu akan merasa yang namanya lemes, mengantuk atau cepat lapar seperti itu," kata Mikael.

Ia menjelaskan bahwa lemak jenuh yang terdapat dalam santan dan gorengan berpotensi memicu peradangan ringan di dalam tubuh. Akibat peradangan ini, seseorang dapat merasakan kaku pada sendi, tubuh terasa lebih berat, mudah lelah, dan kondisi fisik secara keseluruhan menjadi kurang bugar, sehingga aktivitas sehari-hari bisa terganggu jika kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh ini terus dilakukan.

"Lemak jenuh dari santan dan juga gorengan memicu yang namanya peradangan ringan di dalam tubuh. Nah, inilah yang akhirnya membuat kita tiba - tiba merasa sendinya terasa kaku atau tubuhnya terasa berat atau merasa ndak bugar," ujarnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....