Menyadari Identitas dalam Kristus agar Tidak Merasa Sendiri
- 28 Mar 2026 08:06 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang seseorang merasa sendiri saat menghadapi berbagai tantangan, tekanan, atau kesulitan. Padahal, di balik perasaan itu, selalu ada dukungan dari keluarga, teman, dan orang di sekitar, serta kehadiran Tuhan yang senantiasa memberikan penghiburan dan rasa aman, sehingga kesepian dapat diminimalkan ketika menyadari dan menghargai keberadaan mereka dalam hidup.
Hal tersebut di katakan Pendeta Petrus Musa ketua MABAG Kabupaten Sanggau pada Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Sabtu 28 Maret 2026. Menurutnya manusia sering merasa bahwa ia seorang diri dalam menghadapi kehidupan, padahal secara fisik, emosional, dan spiritual selalu didukung oleh orang tua, keluarga, dan orang-orang di sekitar.
"Kita sering merasa bahwa kita seorang diri, padahal secara jasmani kita punya papa punya orang tua kita dididik kita tidak sendiri sesungguhnya, kita sering lupa bahwa kita sesungguhnya tidak sendirian ada orang - orang di sekitar kita dan kita tidak perlu merasa sendiri karena ada Tuhan," katanya
Poin yang mendasar kata Petrus, adalah dengan keadaan apapun, penting bagi setiap orang untuk menyadari bahwa identitasnya dalam Kristus merupakan hal yang sangat mendasar. Menurutnya, tanpa kesadaran ini, seseorang cenderung menjadikan diri sendiri sebagai acuan utama dalam memahami hidup, sehingga membuat seseorang lebih mudah merasa bingung atau kehilangan makna dalam mengambil keputusan sehari-hari.
"Keadaan apapun, mari kita sadar bahwa identitas kita di dalam kristus itu adalah suatu hal yang sangat basik. Ketidaksadaran kita akan fakta ini nanti akan memaksa kita sehingga menjadikan diri kita sebagai dasar untuk dapat memhami," Jelas Pendeta
Pendeta Petrus menyampaikan bahwa sebagai manusia, sudah seharusnya memahami bahwa identitas kita adalah sebagai orang yang percaya, yang tidak lagi ditentukan oleh status sosial, jabatan, atau pencapaian duniawi. Dengan kesadaran ini, setiap individu dapat menempatkan diri dengan rendah hati, menghargai sesama, dan membangun kehidupan yang berfokus pada nilai-nilai iman serta tujuan yang lebih abadi.
"Jadi kita tidak perlu minder bahwa kita bukan orang yang mapan secara rekonomi. Saya orang yang kerjanya serabutan tidak perlu kita fikirkan itu, kenapa karena identitas kita itu bukan lagi di tentukan oleh status sosial dan kita tidak perlu was - was, identitas kita itu tidak bergantung pada performa penampilan kita, " katannya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....