Iman Ditengah Dunia Bergejolak antara Harapan Hidup Ketidakpastian
- 07 Mar 2026 10:44 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Banyak orang saat ini mulai merasakan bahwa dunia tidak lagi menjadi tempat yang dapat dilalui dengan rasa aman dan nyaman. Berbagai gejolak yang terjadi di berbagai belahan dunia, mulai dari konflik sosial, krisis ekonomi, hingga ketegangan antarnegara, membuat sebagian masyarakat memandang masa depan dengan rasa cemas.
Meski demikian, sejumlah tokoh agama mengingatkan bahwa di tengah situasi yang tidak menentu, kehidupan iman tetap dapat dijalani dengan penuh harapan. Keyakinan spiritual dinilai menjadi fondasi penting yang membantu masyarakat tetap teguh menghadapi berbagai perubahan dan tekanan zaman.
Menurut Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Sanggau, Pendeta Petrus Musa, cara pandang manusia terhadap dunia sangat menentukan bagaimana seseorang menjalani kehidupan di tengah ketidakpastian. Ia menilai bahwa perspektif iman memberi arah yang berbeda dibandingkan sekadar melihat situasi secara manusiawi.
“Ketika kita melihat dunia dari perspektif Tuhan, kita memahami bahwa harapan tetap ada di tengah gejolak,” ungkapnya dalam obrolan Mutiara pagi RRI Entikong, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa bagi orang beriman, berbagai peristiwa yang terjadi di dunia bukanlah sesuatu yang sepenuhnya acak. Ada keyakinan bahwa setiap peristiwa memiliki makna dan bagian dari rencana yang lebih besar, meskipun sering kali manusia tidak langsung memahaminya.
Oleh sebab itu, kata Petrus, masyarakat perlu memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. Dalam situasi dunia yang penuh perubahan, agama diharapkan mampu menjadi sumber ketenangan sekaligus pedoman moral bagi masyarakat.
Dengan demikian, kehidupan iman tidak berarti mengabaikan realitas dunia, melainkan menghadapi kenyataan tersebut dengan keyakinan yang lebih dalam. Sikap ini dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak pada rasa takut yang berlebihan terhadap berbagai perkembangan global.
“Iman membuat manusia tetap berdiri teguh, bahkan ketika dunia terasa tidak lagi nyaman untuk dilalui,” terang Petrus Musa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....