Empat Golongan yang Dirindukan Surga, Ini Pesan KUA Tayan Hulu Sanggau
- 03 Mar 2026 07:06 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Surga bukan sekadar janji, tetapi cita-cita spiritual yang diperjuangkan setiap Muslim. Di tengah momentum Ramadan 1447 Hijriah, Pelaksana KUA Kecamatan Tayan Hulu, Laela Ulfa Sa’adah, dalam program Mutiara Pagi RRI Entikong, Selasa 3 Maret 2026 mengingatkan ada empat golongan manusia yang disebut dirindukan surga, mereka yang menjaga hubungan dengan Allah sekaligus dengan sesama manusia.
“Bahwa dalam ajaran Islam tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga akhlak dan kepedulian sosial sebagai jalan menuju kemuliaan di sisi Allah SWT, kata Laela.
Menurutnya, golongan manusia disebut dirindukan surga, yang pertama adalah orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an. Membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an menjadi cahaya dalam kehidupan sekaligus penuntun menuju kebaikan, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca saat senggang, melainkan dijadikan pedoman hidup sehari-hari.
“Orang yang selalu membaca Al-Qur’an, meskipun terbata-bata, tetap mendapatkan pahala dan kemuliaan. Surga merindukan mereka karena hatinya selalu terpaut dengan kalam Allah,” ujarnya.
Golongan kedua adalah mereka yang menjaga lisan, karena dalam kehidupan sosial, tutur kata dapat menjadi sumber kedamaian maupun perpecahan. Ucapan yang baik mampu menenangkan hati dan mempererat persaudaraan, sementara kata-kata kasar atau dusta dapat melukai dan merusak hubungan.
Golongan ketiga adalah orang-orang yang memberi makan kepada mereka yang kelaparan. Ia menekankan bahwa memberi makan bukan sekadar berbagi rezeki, tetapi juga menghadirkan harapan bagi yang sedang mengalami kesulitan, amalan ini mencerminkan empati dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Menolong orang yang kelaparan tidak hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga cerminan ketulusan iman. Allah mencintai hamba-Nya yang ringan tangan membantu sesama, terlebih kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Lanjutnya, adapun golongan keempat adalah mereka yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan. Puasa, kata Laela, tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan melatih kesabaran, keikhlasan, serta meningkatkan ketakwaan, dan ramadan menjadi momentum penyucian diri dan penguatan karakter.
Melalui siaran mutiara pagi, Laela mengajak umat Islam menjadikan empat golongan ini sebagai motivasi untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak. Membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, gemar berbagi, dan berpuasa dengan sungguh-sungguh diyakini menjadi jalan untuk meraih kemuliaan dan menjadi pribadi yang dirindukan surga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....