Yuni Sela Elawati Kobarkan Semangat Sumpit Sanggau
- 13 Feb 2026 10:22 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Olahraga sumpit bukan sekadar warisan budaya masyarakat Dayak, tetapi kini telah berkembang menjadi cabang olahraga yang membanggakan dan kompetitif. Dari alat berburu tradisional, sumpit bertransformasi menjadi ajang prestasi yang melahirkan atlet-atlet tangguh di berbagai tingkat perlombaan.
Di Kabupaten Sanggau, semangat menjaga tradisi sekaligus mengukir prestasi terus digaungkan para atlet. Mereka membuktikan bahwa olahraga tradisional mampu bersaing jika ditekuni dengan disiplin, teknik yang tepat, serta mental bertanding yang kuat.
Salah satu atlet berprestasi asal Sanggau, Yuni Sela Elawati, mengungkapkan bahwa konsistensi latihan menjadi fondasi utama keberhasilan. Menurutnya fokus dan pengendalian diri memegang peranan penting saat bertanding.
“Kunci utama bermain sumpit adalah fokus, pernapasan yang teratur, dan ketenangan saat membidik sasaran, tanpa itu, bidikan bisa meleset,” ujar Yuni dalam dialog Entikong Menyapa, Jumat 13 Februari 2026.
Yuni menjelaskan, teknik dasar memegang sumpit harus benar agar anak sumpit melaju stabil menuju target. Posisi tubuh yang seimbang juga diperlukan untuk memaksimalkan dorongan napas saat melepaskan tembakan. Kesalahan kecil dalam posisi atau kontrol napas dapat memengaruhi akurasi secara signifikan.
Selain teknik, latihan pernapasan menjadi aspek krusial dalam olahraga ini. Atlet dituntut mampu mengatur ritme napas agar tenaga dorongan konsisten dan bidikan tetap presisi.
“Mengontrol napas membantu menjaga ketepatan, terutama saat kondisi pertandingan penuh tekanan,” jelasnya.
Mental bertanding, lanjut Yuni, tak kalah penting. Atlet harus mampu mengabaikan gangguan dari luar arena dan menjaga rasa percaya diri.
“Saat bertanding, jangan terpengaruh suasana sekitar, tetap tenang dan kendalikan ritme permainan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran tubuh dan pola hidup sehat. Latihan rutin yang diimbangi istirahat cukup akan meningkatkan konsentrasi, daya tahan, serta stabilitas emosi saat berlaga.
Yuni berharap semakin banyak generasi muda tertarik menekuni olahraga sumpit. Baginya, sumpit bukan hanya simbol identitas budaya, tetapi juga peluang meraih prestasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....