BPBD Sanggau Menilai Kentongan Masih Relevan Cegah Karhutla
- 03 Feb 2026 17:38 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau menilai kentongan masih relevan digunakan sebagai sarana peringatan dini dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski teknologi komunikasi terus berkembang, kentongan dinilai tetap efektif, terutama di wilayah pedesaan dan daerah rawan karhutla.
Kentongan menjadi alat sederhana yang mudah digunakan oleh masyarakat untuk memberikan tanda bahaya saat muncul titik api. Kecepatan penyampaian informasi melalui bunyi kentongan memungkinkan warga sekitar segera melakukan tindakan awal guna mencegah meluasnya kebakaran.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Sanggau terus mendorong pemanfaatan kentongan sebagai bagian dari sistem peringatan dini karhutla yang berbasis masyarakat. Upaya ini dilakukan seiring dengan penguatan peran warga dalam pengawasan dan pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing.
Kasi Pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro menyampaikan bahwa kentongan masih sangat relevan digunakan, khususnya di daerah yang sulit dijangkau jaringan komunikasi. Menurutnya, alat tradisional ini mampu menjangkau masyarakat dengan cepat tanpa bergantung pada teknologi.
“Kentongan masih efektif dan relevan untuk pencegahan karhutla. Begitu ada tanda kebakaran, masyarakat bisa langsung saling memberi tahu dan bergerak cepat,” kata Kristian Hendro, Selasa 4 Februari 2026.
Ia mengakui, tantangan karhutla di Kabupaten Sanggau cukup kompleks, mulai dari luasnya wilayah hingga kondisi cuaca yang ekstrem saat musim kemarau. Oleh karena itu, diperlukan sistem peringatan dini yang mudah diakses dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk tetap memanfaatkan kentongan sebagai alat peringatan dini, tentunya dengan pola bunyi yang sudah disepakati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Kristian menjelaskan, penggunaan kentongan juga harus diimbangi dengan edukasi berkelanjutan terkait pencegahan karhutla. BPBD bersama pemerintah desa dan relawan rutin melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih peduli terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, kata Kristian, masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada aparat desa, BPBD, atau pihak terkait jika menemukan titik api. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam menekan angka kejadian karhutla.
“Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Dengan memanfaatkan kentongan dan meningkatkan kewaspadaan, kita dapat meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sanggau,” terang Kristian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....