Penyebab Orang Tidak Tahan Rasa Pedas

  • 24 Jan 2026 06:58 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Kemampuan seseorang dalam merasakan pedas ternyata berbeda-beda. Ada yang mampu mengonsumsi makanan sangat pedas tanpa masalah, sementara yang lain langsung merasakan sensasi terbakar meski hanya sedikit cabai. Perbedaan ini kerap menimbulkan pertanyaan, terutama bagi mereka yang sudah berusaha belajar makan pedas tetapi tetap merasa sangat sensitif.

Secara ilmiah, rasa pedas bukanlah rasa dasar seperti manis atau asin, melainkan sensasi nyeri. Sensasi ini dipicu oleh senyawa capsaicin yang terdapat dalam cabai. Capsaicin bekerja dengan merangsang reseptor nyeri bernama TRPV1 di lidah dan mulut, yang kemudian mengirimkan sinyal panas ke otak.

Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas reseptor TRPV1 yang berbeda. Pada orang yang sangat sensitif terhadap pedas, reseptor ini bereaksi lebih cepat dan lebih kuat terhadap capsaicin. Akibatnya, sedikit saja rasa pedas sudah terasa menyengat dan tidak nyaman.

Faktor genetik juga berperan penting. Beberapa orang secara alami terlahir dengan jumlah atau respons reseptor nyeri yang lebih tinggi. Kondisi ini membuat mereka lebih peka terhadap pedas, meskipun sudah terbiasa mengonsumsinya sejak lama.

Selain genetik, kebiasaan makan turut memengaruhi toleransi terhadap pedas. Orang yang sejak kecil terbiasa mengonsumsi makanan pedas cenderung memiliki toleransi lebih baik. Paparan capsaicin secara bertahap dapat membuat respons reseptor nyeri menjadi lebih “jinak”, meski proses ini tidak selalu berhasil pada semua orang.

Kondisi kesehatan mulut dan saluran pencernaan juga dapat memengaruhi sensitivitas. Sariawan, iritasi lidah, gangguan lambung, atau asam lambung tinggi bisa membuat sensasi pedas terasa lebih menyakitkan. Dalam kondisi ini, lidah dan saluran cerna menjadi lebih rentan terhadap rangsangan.

Faktor psikologis pun tidak bisa diabaikan. Antisipasi terhadap rasa pedas dapat membuat otak bereaksi lebih cepat terhadap sinyal nyeri. Hal ini menyebabkan seseorang langsung merasa “kepedasan” meskipun tingkat pedasnya relatif ringan.

Dengan demikian, tidak semua orang bisa memiliki toleransi pedas yang sama, meski sudah berusaha melatihnya. Sensitivitas terhadap pedas merupakan kombinasi faktor genetik, kebiasaan, kondisi kesehatan, dan respons saraf. Bagi yang sangat sensitif, menghindari makanan terlalu pedas bukanlah kelemahan, melainkan bentuk penyesuaian tubuh terhadap rangsangan tertentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....