Asal Usul Tradisi Berladang Suku Dayak

  • 07 Jan 2026 08:22 WIB
  •  Entikong

KBRN,Entikong: Berladang merupakan bagian penting dari kehidupan dan budaya Suku Dayak yang mendiami wilayah pedalaman Kalimantan. Kegiatan berladang tidak hanya berfungsi sebagai cara memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sistem sosial, budaya, dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

Asal-usul tradisi berladang, sudah dimulai sejak ratusan tahun lalu, Suku Dayak telah mengenal sistem ladang berpindah. Sistem ini muncul sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi alam hutan hujan tropis Kalimantan yang tanahnya relatif kurang subur untuk pertanian menetap jangka panjang, dengan berpindah ladang, tanah diberi waktu untuk memulihkan kesuburannya secara alami.

Proses berladang tradisional, bagi Suku Dayak dilakukan melalui beberapa tahapan yang teratur. Tahap awal adalah pemilihan lahan, biasanya berdasarkan pertimbangan adat dan tanda-tanda alam, setelah itu dilakukan penebasan dan pembakaran lahan secara terkendali.

Abu hasil pembakaran berfungsi sebagai pupuk alami, penanaman padi ladang menjadi kegiatan utama, disertai tanaman lain seperti jagung, ubi, dan sayuran. Selama masa tanam hingga panen, masyarakat Dayak menjalankan berbagai ritual adat sebagai bentuk penghormatan kepada roh leluhur dan alam.

Adapun nilai budaya  dari berladang memiliki makna spiritual yang kuat. Padi dianggap sebagai tanaman suci dan simbol kehidupan.

Upacara adat seperti membuka ladang, menanam padi, hingga pesta adat panen raya (gawai). Proses hingga sykuran yang di ramu dalam ritual adat mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan menurut kepercayaan Dayak.

Seiring perkembangan zaman, tradisi berladang Suku Dayak menghadapi berbagai tantangan, seperti pembatasan lahan, perubahan kebijakan, dan masuknya pertanian modern. Meski demikian, banyak komunitas Dayak yang berupaya mempertahankan tradisi berladang dengan menyesuaikannya pada prinsip pelestarian lingkungan dan hukum yang berlaku.

Sejarah berladang bagi Suku Dayak menunjukkan kearifan lokal dalam mengelola alam secara berkelanjutan. Tradisi ini bukan sekadar aktivitas pertanian, melainkan warisan budaya yang mencerminkan identitas, nilai kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....