Mata Silinder, Ini Ciri-Cirinya

  • 06 Des 2025 18:12 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Mata silinder atau astigmatisme adalah kondisi gangguan refraksi pada mata yang terjadi ketika kelengkungan kornea atau lensa tidak sempurna. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan tepat pada retina, sehingga penglihatan menjadi buram atau terdistorsi, baik saat melihat jarak dekat maupun jauh.

Pada mata normal, kornea memiliki bentuk bulat sempurna seperti bola. Namun pada mata silinder, cornea berbentuk lebih lonjong seperti bola yang ditekan. Perbedaan bentuk ini membuat cahaya yang masuk tersebar tidak merata dan menyebabkan ketajaman penglihatan menurun. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, dan bisa muncul sejak lahir atau berkembang seiring waktu.

Salah satu ciri utama mata silinder adalah penglihatan yang tampak buram atau melengkung. Orang dengan astigmatisme sering merasa kesulitan melihat garis lurus secara jelas. Selain itu, mata silinder juga membuat penglihatan menjadi cepat lelah, terutama saat membaca atau menatap layar dalam waktu lama.

Gejala lain yang umum dirasakan adalah sakit kepala dan rasa tegang pada mata. Hal ini terjadi karena mata bekerja lebih keras untuk mencoba memfokuskan objek. Penderita juga biasanya lebih sensitif terhadap cahaya, misalnya silau saat berada di luar ruangan pada siang hari atau saat melihat lampu pada malam hari.

Mata silinder juga ditandai dengan seringnya menyipitkan mata agar objek terlihat lebih jelas. Kebiasaan ini adalah bentuk kompensasi alami mata untuk mengurangi penyebaran cahaya yang tidak merata. Namun, menyipitkan mata terlalu sering dapat memperburuk ketegangan mata dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Beberapa penderita melaporkan penglihatan ganda, terutama ketika melihat objek dengan kontras rendah atau kondisi pencahayaan yang kurang. Ini terjadi karena cahaya yang masuk tidak difokuskan pada satu titik, sehingga mata menangkap dua bayangan sekaligus.

Mata silinder dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata oleh tenaga medis menggunakan alat seperti autorefractor atau keratometer. Penanganannya dapat berupa penggunaan kacamata berlensa silindris, lensa kontak khusus, atau tindakan medis lain seperti LASIK untuk kasus tertentu.

Menjaga kesehatan mata sangat penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Beberapa langkah sederhana seperti menjaga jarak pandang saat menggunakan gadget, memastikan pencahayaan yang cukup, dan melakukan pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu menjaga kualitas penglihatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....