SMPN 1 Sanggau Optimalkan Program MBG Berbasis Sekolah Ramah Anak

  • 06 Jul 2026 07:56 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pemerintah terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda. Di Kabupaten Sanggau, pelaksanaan program tersebut di SMP Negeri 1 Sanggau berjalan dengan baik melalui penerapan konsep sekolah ramah anak yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, serta pemenuhan hak-hak peserta didik dalam memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

Kepala SMP Negeri 1 Sanggau, Syaparani, mengatakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak positif bagi seluruh peserta didik. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan konsep sekolah ramah anak yang selama ini diterapkan di SMPN 1 Sanggau karena tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan menyenangkan.

"Program Makan Bergizi Gratis sangat baik karena membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa dan mendukung semangat belajar mereka," ungkap Syaparani dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Sabtu 4 Juli 2026.

Menurutnya, proses distribusi makanan di SMPN 1 Sanggau telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur operasional yang ditetapkan, mulai dari penerimaan makanan, pemeriksaan kondisi makanan, hingga proses pembagian kepada peserta didik dilakukan secara tertib dengan tetap memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan. Pihak sekolah juga melakukan pengawasan secara langsung pada setiap tahapan distribusi agar makanan yang diterima siswa tetap dalam kondisi baik, layak konsumsi, serta sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh penyedia makanan dan pemerintah.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kata Syaparani, SMPN 1 Sanggau menyiapkan kotak saran dan masukan yang dapat dimanfaatkan siswa untuk memberikan pendapat mengenai menu makanan yang disajikan. Melalui mekanisme tersebut, sekolah dapat mengetahui tingkat kepuasan peserta didik sekaligus memperoleh bahan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG.

"Kami menyediakan kotak saran agar siswa dapat menyampaikan pendapat tentang menu, yang akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," jelasnya.

Ia menjelaskan, berbagai masukan yang diberikan siswa juga menjadi indikator untuk melihat tingkat antusiasme peserta didik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Dengan adanya komunikasi dua arah tersebut, sekolah berharap pelaksanaan program dapat terus mengalami penyempurnaan sesuai dinamika yang terjadi di lapangan.

"Pendataan alergi siswa penting agar penyedia makanan memiliki data akurat dan makanan sesuai kondisi kesehatan masing-masing peserta didik," ujarnya.

Syaparani berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut dengan kualitas pelayanan yang semakin baik, variasi menu yang lebih beragam, serta tetap mengutamakan keamanan pangan dan kebutuhan gizi anak. Ia juga mengajak seluruh warga sekolah untuk terus mendukung pelaksanaan program agar mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....