Satgas Makan Bergizi Gratis Sanggau Kurangi Kantong Plastik

  • 18 Feb 2026 10:03 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, Satuan Tugas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sanggau terus memperkuat sistem pengawasan agar program berjalan aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Startegi pengawalan MBG yang terus di perkuat yakni dalam penguatan sistem pemantauan dan evaluasi menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan di lapangan.

Sekretaris Satgas Percepatan Program MBG Kabupaten Sanggau, Henny Lorryda Yulian, menegaskan bahwa penguatan pemantauan dan evaluasi menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, pengawasan kini dilakukan secara lebih intensif dan responsif.

“Melalui grup WhatsApp yang melibatkan koordinator lapangan, pihak sekolah, serta tim distribusi, laporan harian terkait distribusi, kendala teknis, hingga dokumentasi kegiatan dapat dipantau secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Henny dalam dialog MBG RRI Entikong, Sabtu 14 Februari 2026.

Ia mengatakan, sistem pemantauan digital tersebut memungkinkan Satgas segera merespons jika terjadi kendala distribusi maupun persoalan teknis lainnya. Dengan pola komunikasi yang terintegrasi, alur pelaksanaan di setiap titik dapat dipastikan berjalan sesuai standar.

Selain pemantauan harian, kata Henny evaluasi program dilakukan melalui pembaruan data penerima manfaat, dimana data yang dihimpun mencakup jumlah siswa, kondisi distribusi di masing-masing sekolah, hingga kebutuhan tambahan yang diperlukan. Langkah ini dinilai penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat, dan satgas rutin berkomunikasi dengan pihak sekolah, penyedia konsumsi, serta pemangku kepentingan daerah untuk menjaga standar keamanan pangan dan kelancaran distribusi. Dalam aspek keberlanjutan, Satgas MBG turut mendorong praktik yang lebih ramah lingkungan melalui kebijakan yang diterapkan adalah meminimalisir penggunaan kantong plastik dalam distribusi makanan tambahan.

“Penggunaan kantong plastik tidak dianjurkan karena berpotensi menambah limbah dan kurang mendukung prinsip keberlanjutan,” ungkap Henny.

Menuruntya, sebagai alternatif, Satgas mendorong penggunaan wadah yang dapat digunakan kembali atau kemasan berbahan ramah lingkungan. Selain menjaga kualitas makanan, langkah ini diharapkan menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik sejak dini.

Henny menegaskan, keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama. Setiap makanan tambahan yang disalurkan dipastikan memenuhi standar kebersihan, kandungan gizi, serta proses penyimpanan yang layak sebelum diterima siswa.

Melalui pengawasan berkelanjutan, evaluasi berbasis data, dan koordinasi yang solid, Satgas MBG Kabupaten Sanggau optimistis program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif. Selain itu MBG di Sanggau dapat memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....