Dinkes Sanggau Waspadai Penyakit Bawaan Pemudik pada Arus Balik H+6 Idul Fitri
- 26 Mar 2026 08:21 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Memasuki arus balik Idul Fitri 1447 H pada H+6 Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit bawaan dari para pemudik. Pemantauan dilakukan di sejumlah titik strategis guna mencegah penyebaran penyakit, baik dari pelaku perjalanan di dalam Provinsi Kalimantan Barat, maupun luar negeri.
"Kita memang sudah megantisipasi beberapa titik-titik yang menjadi langganan bagi kita yang berasal dari luar negeri maupun dari dalam Kabupaten," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Kamis 26 Maret 2026.
Menurut Najori, terkait antisipasi penyakit bawaan arus balik pada Idull Fitri 1447 H, dari Dinkes Sanggau memonitor dibeberapa titik daerah alur lalu lintas luar negeri jalan darat dan juga daerah alur lalu lintas luar Kabupaten Sanggau. Antisipasi dilakukan oleh 19 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Sanggau, terutama dibeberapa titik yang menjadi jalur perlintasan keluar dan masuk orang pada saat mudik lebaran tahun ini.
Najori menyampaikan, untuk jalur perlintasan orang yang melakukan perjalanan arus balik melalui luar negeri, dilakukan antisipasi dan pemantauan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau. Sementara itu, untuk jalur perlintasan orang yang melakukan perjalanan arus balik dari luar Kabupaten Sanggau, dilakukan antisipasi dan pemantauan dibeberapa titik, seperti di kampung Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, serta antisipasi penyakit bawaan oleh pemudik yang berasal dari sejumlah Kabupaten di hilir Sanggau, dan wilayah bagian timur, seperti Kecamatan Mukok dan Kapuas.
"Wilayah Entikong kita antisipasi bagi pemudik dari luar negeri jalan darat, dan untuk wilayah kampung Kawat dan Tayan, itu kita antisipasi untuk pemudik dari kota Pontianak dan Kabupaten lain, serta dari wilayah timur yaitu di Mukok dan Kecamatan Kapuas untuk mengantisipasi dari wilayah Kabupaten Sintang dan hulu" ujarnya.
Ia mengatakan, sejauh ini terkait beberapa penyakit yang dibawa oleh pemudik dan masuk kategori menular, tergantung pada jenis penyakit apa yang dibawa oleh pemudik saat melakukan arus balik. Penyakit yang paling sering ditemukan, adalah penyakit-penyakit langganan bawaan setelah lebaran, seperti hipertensi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan juga asam urat.
Lebih lanjut, Najori megatakan bahwa yang saat ini perlu diantisipasi dan menjadi perhatian oleh orang yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik adalah penyakit Infeksi Saluran dan Pernafasan Akut (ISPA). Bentuknya menurut Najori beragam, antara lain seperti flu, batuk, dan sakit tenggorokan yang disebabkan oleh debu serta polusi kendaraan saat melakukan perjalanan mudik dan juga arus balik pada Idul Fitri tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....