PSDKU POLNEP Sanggau olah limbah TKKS jadi Pupuk Organik

  • 17 Jun 2026 20:41 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - PSDKU POLNEP Kabupaten Sanggau bersama Koperasi Tani Sidomulyo Desa Peniti, Kabupaten Sekadau mengembangkan pengolahan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan limbah sayuran menjadi pupuk organik granul melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026. Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya mengurangi limbah pertanian sekaligus mendukung penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat petani.

"Selama ini limbah TKKS dan limbah sayuran yang dihasilkan cukup banyak, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program ini, kami mendorong limbah tersebut diolah menjadi pupuk organik granul yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi," kata Ketua Tim Pelaksana Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat PSDKU POLNEP Kabupaten Sanggau, Yuni Selvianti Sari, Rabu 17 Juni 2026.

Dikatakan, program tersebut menyasar kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Tani Sidomulyo. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihan, pendampingan teknis, hingga praktik langsung pengolahan limbah menjadi pupuk organik berbasis teknologi sederhana.

"Kami tidak hanya memberikan pelatihan pengolahan limbah, tetapi juga mendampingi petani dalam proses produksi agar menghasilkan pupuk organik yang memiliki kualitas lebih baik dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan," ujar Yuni.

Yuni menjelaskan, tim PSDKU POLNEP Kabupaten Sanggau mengolah limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan limbah sayuran menjadi pupuk organik granul bersama anggota Koperasi Tani Sidomulyo. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan, praktik pengolahan, dan pendampingan produksi pupuk organik.

"Pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik merupakan bagian dari pengolahan limbah pertanian berbasis ekonomi sirkular. Bahan baku yang digunakan berasal dari limbah TKKS dan limbah sayuran," jelasnya.

Melalui program tersebut, ia menuturkan PSDKU POLNEP Kabupaten Sanggau bersama Koperasi Tani Sidomulyo mengolah limbah TKKS dan limbah sayuran menjadi pupuk organik granul. Produk pupuk tersebut dimanfaatkan oleh anggota kelompok tani di Desa Peniti untuk kegiatan budidaya pertanian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....