Menpar: Budaya dan Masyarakat Jadi Kekuatan Pariwisata Labuan Bajo
- 11 Agt 2026 05:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai kekuatan pariwisata Labuan Bajo tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada nilai budaya dan kehidupan masyarakat yang menjadi identitas destinasi.
Hal tersebut disampaikan Widiyanti saat membuka Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Marina Waterfront Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin 10 Agustus 2026.
Widiyanti mengatakan keindahan alam Flores telah membawa wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk datang dan mengenal Labuan Bajo. Namun, perkembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga jati diri masyarakat setempat.
“Keindahan membuat orang datang, tetapi nilai yang hidup di tengah masyarakat membuat sebuah destinasi selalu dikenang,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut dihadirkan melalui Festival Golo Koe yang mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai dalam sebuah perayaan yang terbuka bagi masyarakat maupun wisatawan.
Ia menilai Festival Golo Koe memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal Labuan Bajo secara lebih utuh. Pada saat yang sama, masyarakat lokal tetap ditempatkan sebagai pelaku utama dalam memperkenalkan identitas dan budaya kepada dunia.
“Wisatawan hadir untuk mengalami Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia,” katanya.
Widiyanti berharap Festival Golo Koe terus mengiringi perjalanan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berkembang bersama masyarakat dan tetap teguh pada akar budaya lokal.
Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 berlangsung pada 10 hingga 15 Agustus 2026 di Marina Waterfront Labuan Bajo. Festival tersebut kembali masuk dalam Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 untuk kedua kalinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....