Birdwatching Kian Diminati Wisatawan Mancanegara di Desa Wisata Wae Lolos
- 20 Jul 2026 11:49 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Desa Wisata Wae Lolos, Kabupaten Manggarai Barat, kembali menunjukkan pesonanya sebagai destinasi wisata alam yang kaya akan keanekaragaman hayati. Kali ini, sejumlah wisatawan mancanegara pecinta alam mengunjungi Dusun Langgo untuk mengikuti kegiatan pengamatan burung (birdwatching), salah satu atraksi wisata yang semakin diminati karena menghadirkan pengalaman menikmati satwa liar di habitat alaminya.
Sejak pagi hari, para wisatawan tampak antusias menyusuri jalur pengamatan yang membelah kawasan hutan dengan latar perbukitan hijau yang masih alami. Dengan langkah perlahan agar tidak mengganggu satwa, mereka menyusuri rute yang telah dikenal sebagai habitat berbagai jenis burung endemik Flores.
Berbekal teropong binokular dan kamera profesional berlensa telefoto, para fotografer satwa liar dan pengamat burung tampak sabar menunggu setiap kemunculan burung di antara rimbunnya pepohonan. Setiap gerakan kecil di atas dahan menjadi perhatian mereka. Ketika burung-burung endemik akhirnya menampakkan diri, suara rana kamera pun terdengar silih berganti mengabadikan momen langka tersebut.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wae Lolos, Robert Perkasa, Minggu, 19 Juli 2026 mengatakan aktivitas birdwatching kini berkembang menjadi salah satu potensi wisata unggulan yang dimiliki Desa Wisata Wae Lolos. Menurutnya, keberadaan berbagai jenis burung endemik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya para pecinta alam dan fotografer satwa dari berbagai negara.
"Desa Wisata Wae Lolos memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Selain panorama alam yang indah dan budaya masyarakat yang masih terjaga, kawasan ini juga menjadi habitat berbagai jenis burung yang menjadi incaran para pengamat burung dunia. Ini merupakan potensi besar yang harus kita jaga bersama," ujar Robert Perkasa.
Ia menjelaskan, meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata pengamatan burung memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Kehadiran wisatawan membuka peluang ekonomi melalui penyediaan jasa pemandu lokal, homestay, kuliner, hingga penjualan produk-produk unggulan desa.
Namun demikian, Robert menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan wisata alam harus berjalan seiring dengan upaya konservasi lingkungan. Menurutnya, kelestarian hutan merupakan faktor utama yang menentukan keberlangsungan habitat burung serta ekosistem yang ada di Desa Wisata Wae Lolos.
"Kami berharap masyarakat bersama Pokdarwis Cunca Plias terus menjaga hutan dan lingkungan sekitar. Kalau hutannya tetap lestari, burung-burung akan tetap hidup di habitatnya dan wisatawan akan terus datang. Alam yang terjaga adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, konsep pengembangan wisata yang diterapkan di Wae Lolos mengedepankan prinsip ekowisata, yaitu memanfaatkan potensi alam secara bertanggung jawab tanpa merusak lingkungan. Karena itu, setiap kegiatan wisata selalu dibarengi dengan edukasi kepada pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam dan menghormati kehidupan satwa liar.
Bagi para wisatawan mancanegara, pengalaman menyaksikan langsung burung-burung endemik di habitat aslinya menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di tempat lain. Keheningan hutan, udara yang sejuk, serta panorama alam yang masih alami menghadirkan pengalaman yang autentik sekaligus memperkuat citra Wae Lolos sebagai destinasi wisata berbasis konservasi.
Kunjungan para pecinta burung dari mancanegara tersebut menjadi bukti bahwa Desa Wisata Wae Lolos memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi birdwatching bertaraf internasional. Dengan dukungan masyarakat, Pokdarwis, serta komitmen menjaga kelestarian hutan, Wae Lolos diharapkan terus menjadi "surga burung eksotis" yang tidak hanya menarik wisatawan dunia, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....