BPOLBF dan Sekber Dorong Pariwisata Labuan Bajo Berkelanjutan

  • 29 Jan 2026 08:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar Bincang Kepariwisataan bersama Sekretariat Bersama (Sekber) Asosiasi Pariwisata Manggarai Barat, Rabu 28 Januari 2026, di Ruang Rapat Florata, Kantor BPOLBF. Kegiatan ini menjadi forum dialog terbuka untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai isu dan tantangan kepariwisataan di Labuan Bajo Flores.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pariwisata yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

“Forum seperti ini strategis karena menjadi tempat bertemunya ide, aspirasi, dan solusi dari pelaku pariwisata. Sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Andhy, dalam keterangan yang di terima, Kamis 29 Januari 2026.

Dalam diskusi tersebut, peserta berbagi perspektif, menangkap peluang kolaborasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kepariwisataan Manggarai Barat. Hasil pertemuan ini akan dijadikan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk pengembangan pariwisata yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Sekber sekaligus Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat, Aloysius S. Karya, menekankan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata. Ia juga menyoroti pentingnya Marine Safety Training atau Pelatihan Keselamatan Laut untuk meningkatkan standar keselamatan wisata bahari, salah satu daya tarik utama Labuan Bajo.

“Perlu ada pelatihan SDM terkait mitigasi bencana pariwisata. Selain itu, seluruh pihak perlu duduk bersama membahas isu strategis agar dapat ditangani secara kolaboratif,” ujar Aloysius.

Sekber Asosiasi Pariwisata Manggarai Barat menaungi 15 asosiasi pariwisata di Labuan Bajo dan berfokus pada konsolidasi data pelaku wisata serta penguatan kolaborasi lintas sektor untuk pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Forum ini dihadiri juga oleh Marsel, Ketua P3Kom sekaligus Bendahara Sekber, dan Haris, Sekretaris Sekber yang mewakili asosiasi DOCK. Kehadiran berbagai unsur asosiasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun ekosistem pariwisata Labuan Bajo Flores yang aman, berkualitas, dan berdaya saing global.

Sebagai tindak lanjut, berbagai isu kepariwisataan akan dikonsolidasikan dengan pemerintah pusat. Langkah ini mencakup pengadaan program pelatihan SDM pariwisata, pengembangan aktivitas wisata dan penyelenggaraan event berbasis darat, serta penanganan isu strategis lain yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Adapun melalui upaya ini, diharapkan dapat mempercepat implementasi program prioritas serta dapat memperkuat daya saing pariwisata khususnya di Labuan Bajo Flores secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....