Wa'e Sa'o, Tradisi Leluhur Jiwa Budaya Kampung Gurusina

  • 30 Des 2025 18:49 WIB
  •  Ende

KBRN, Ngada: Masyarakat Kampung Adat Gurusina, Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, hingga kini tetap setia mempertahankan Tradisi Wa’e Sa’o. Tradisi Wa'e Sa'o merupakan sebuah warisan leluhur yang berkaitan dengan pengatapan rumah adat.

Tradisi ini menggunakan alang-alang yang disusun rapi dan diikat dengan tali ijuk sebagai pelindung rumah dari hujan dan terik matahari. Ini sekaligus menjadi simbol keagungan, kebesaran, dan kesucian para leluhur.

Tradisi Wa’e Sa’o tidak sekadar proses pembangunan fisik rumah adat, tetapi juga mengandung nilai kearifan lokal dan semangat gotong royong. Seluruh warga kampung terlibat bekerja sama demi menjaga dan melestarikan adat budaya yang diwariskan secara turun-temurun sebagai pedoman hidup masyarakat Gurusina.

Bagi masyarakat setempat, rumah adat harus dibangun menggunakan bahan-bahan alami sebagaimana ajaran leluhur. Prinsip ini diyakini mampu menjaga keaslian rumah adat agar tidak mengalami pergeseran nilai budaya, meskipun perkembangan teknologi dan modernisasi terus berlangsung.

Tokoh adat Kampung Gurusina, Kletus Bengu, menjelaskan bahwa Tradisi Wa’e Sa’o menggambarkan sosok seorang perempuan yang memberi kehidupan dan perlindungan bagi anak-anaknya. Menurutnya, rumah adat dimaknai sebagai simbol keagungan dan kesucian leluhur yang wajib dirawat dan dijaga oleh generasi penerus.

“Sebuah rumah diibaratkan sebagai seorang perempuan yang menghimpun dan melindungi anak-anaknya, seperti manusia yang memiliki kepala, badan, dan kaki,” ujarnya.

Kampung Adat Gurusina sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata megalitikum yang diminati wisatawan mancanegara. Tatanan rumah adat yang bertingkat, keindahan alam perbukitan yang asri, serta kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh tradisi leluhur menjadi daya tarik utama kampung adat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....