Disparekrafbud Manggarai Barat Gelar Pelatihan Tata Kelola Desa Wisata di Warloka
- 28 Apr 2025 18:34 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat menggelar pelatihan Tata Kelola Kelembagaan Desa Wisata bagi pengurus dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Warloka, Kecamatan Komodo, pada Senin (28/4/2025). Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata (Fasmadewi), yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan potensi wisata desa oleh masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Manggarai Barat, Pius Baut, yang hadir sebagai narasumber, menekankan bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya bertumpu pada potensi keindahan alam semata, tetapi juga pada aktivitas dan kehidupan sosial masyarakat desa.
“Warloka Pesisir dihuni oleh tiga suku besar, yaitu Manggarai, Bajo, dan Bima. Masing-masing memiliki bahasa dan tradisi yang berbeda. Ini adalah kekuatan dalam membangun potensi pariwisata. Keberagaman ini menjadi modal sosial untuk membangun desa wisata yang inklusif,” ujar Pius.
Ia menambahkan, kelembagaan Pokdarwis memegang peranan penting sebagai penggerak utama usaha pariwisata di desa. Oleh karena itu, pengurus dan anggota Pokdarwis perlu memiliki komitmen dan semangat inovasi dalam mengembangkan potensi wisata yang dimiliki.
“Anggota Pokdarwis harus punya passion, dan berani melakukan inovasi agar usaha wisata desa berkembang,” ujarnta tegas.
Ketua Pokdarwis Cunca Plias dari Desa Wisata Wae Lolos, Roberto Perkasa, turut memberikan materi pelatihan. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan transparansi dalam kelembagaan Pokdarwis.
“Kami di Wae Lolos sangat terbuka dalam hal pengelolaan pendapatan desa wisata. Transparansi ini membuat sesama anggota saling percaya dan kompak, yang menjadi kunci keberhasilan,” ucap Roberto.
Sementara itu, Kepala Disparekrafbud Manggarai Barat, Stefan Jemsifori, menjelaskan Program Fasmadewi merupakan upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pengembangan desa wisata agar menjadi destinasi penyangga Taman Nasional Komodo.
“Ketika desa-desa wisata ini sudah siap, kami akan mengarahkan wisatawan untuk tidak hanya mengunjungi Taman Nasional Komodo, tetapi juga mengeksplorasi kekayaan alam dan budaya desa wisata yang ada di sekitarnya,” kata Stefan.
Selain Desa Warloka, pada tahun ini Disparekrafbud juga memperkuat usaha wisata di Desa Watu Tiri, Kecamatan Lembor Selatan. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat desa wisata semakin siap dalam mengelola potensi yang dimiliki, sehingga dapat mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di Manggarai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....